Bengkulu, – Saat Idul Adha, masyarakat Muslim di berbagai wilayah Indonesia menerima daging kurban dalam jumlah cukup besar. Agar daging tetap segar, higienis, dan tahan lama, penting untuk mengetahui cara penyimpanan yang tepat.
Menurut pakar gizi dan keamanan pangan, daging kurban sebaiknya tidak langsung disimpan dalam freezer setelah diterima. Daging yang baru dipotong masih hangat dan sebaiknya didiamkan terlebih dahulu selama 3–4 jam agar suhu turun ke suhu ruang. Setelah itu baru bisa dikemas dan dibekukan.
Langkah pertama, bersihkan daging dari kotoran atau sisa darah tanpa mencucinya dengan air karena air bisa mempercepat pembusukan jika tidak dikeringkan sempurna. Kemudian, potong daging sesuai kebutuhan sekali masak, lalu simpan dalam kantong plastik atau wadah tertutup.
Penyimpanan dalam kulkas (suhu 0–4°C) hanya cocok untuk konsumsi dalam waktu 1–2 hari. Jika ingin menyimpannya lebih lama, sebaiknya simpan di freezer (suhu -18°C) yang bisa mempertahankan kualitas daging hingga beberapa bulan.
Masyarakat juga diimbau untuk tidak mencairkan daging beku dengan air hangat. Proses pencairan terbaik adalah dengan memindahkan daging dari freezer ke rak bawah kulkas selama semalam. Hal ini menjaga kualitas serta mencegah pertumbuhan bakteri.
Dengan penyimpanan yang baik, daging kurban tidak hanya tahan lama tetapi juga tetap sehat untuk dikonsumsi. Edukasi ini penting agar daging tidak terbuang dan bisa dinikmati oleh seluruh anggota keluarga secara maksimal.(Net)















