Bengkulu, – Meskipun pengerukan tahap pertama alur Pelabuhan Pulau Baai telah rampung, namun efektivitasnya masih dipertanyakan. Wakil Ketua INSA Provinsi Bengkulu, Edi Haryanto, SP, MM, menyatakan bahwa hingga saat ini belum ada kepastian kapal dengan draft lebih dari 3 meter dapat melintas dengan aman di pintu masuk pelabuhan.
Menurut Edi, informasi awal menyebutkan pengerukan akan mencapai kedalaman 4 meter. Namun kenyataannya, kapal dengan draft 3 meter lebih masih belum bisa melintas tanpa risiko kandas. “Sampai hari ini, masih banyak kapal yang belum bisa keluar masuk pelabuhan karena draftnya di atas 3 meter. Ini tentu merugikan pemilik kapal dan pengguna jasa pelabuhan,” ujarnya, Sabtu (12/7/2025).
Kondisi ini terbukti dari insiden kapal KM Berau Mas dengan draft 2,95 meter yang kandas di pintu alur pelabuhan sekitar pukul 05.00 WIB pagi tadi. Kapal baru bisa bergerak kembali setelah air pasang mencapai 1,4 meter. Hal ini menunjukkan bahwa alur pelabuhan belum sepenuhnya aman dilintasi kapal dengan draft mendekati 3 meter, kecuali saat air pasang tinggi.
Dalam rapat koordinasi yang dihadiri oleh berbagai pihak terkait seperti KSOP, Pelindo, INSA, ISAA, dan instansi lainnya, diputuskan bahwa untuk sementara waktu, pelabuhan hanya dapat melayani kapal dengan draft maksimal 3 meter saat air pasang minimal 1,3 meter. Hal ini dikarenakan adanya pendangkalan di bagian pintu alur atau lentera merah, yang belum memungkinkan kapal melintas secara aman.
KSOP Bengkulu juga menyampaikan bahwa pada 14-15 Juli mendatang, tim dari Direktorat Navigasi Pusat akan datang untuk melakukan survei lanjutan di titik kritis alur. Setelah itu, evaluasi akan kembali dilakukan untuk menentukan kelayakan pelayaran kapal-kapal selanjutnya.
Dengan kondisi ini, INSA mendesak pemerintah dan pihak terkait segera mengambil langkah konkret agar aktivitas pelabuhan kembali normal tanpa mengorbankan keselamatan pelayaran.(Iwan)















