Alaku
Alaku
Alaku
Daerah  

Misteri : Kisah Nyata Hilangnya Pencari Batu Akik Red Rafflesia di Hutan Tik Sirong Sampai Sekarang

Cloud Hosting Indonesia

Bengkulu, – Kisah ini terjadi pada November 2015 lalu. Mereka adalah Feri, Ade, Benok, dan Reki pencari batu akik Red Rafflesia di hutan Kabupaten Lebong tepatnya desa tik sirong.

Melakukan perjalanan dalam hutan desa tik sirong selama seminggu, empat sekawan tersebut mengalami kejadian yang tak kan terlupakan sampai sekarang.

Waktu itu, batu akik Red Rafflesia memang sedang booming boomignya dan di isukan banyak berada di hutan Lebong dan Hutan Kabupaten Bengkulu Utara.

Memiliki nilai jual yang tinggi, empat orang pencari batu akik melakukan petualangan susur hutan Kabupaten Lebong di desa Tik Sirong.

Namun naas, perjalanan dalam hutan selama seminggu membuat salah satu rekan mereka “ADE” hilang tersesat di hutan dan tak pernah kembali sampai sekarang.

Menurut cerita yang didapatkan oleh radarinformasi.com, awalnya mereka berempat ketemu seorang kakek berbaju “compang – camping” pada hari ke enam perjalanan di dalam hutan.

Sang kakek lantas bertanya kepada empat orang tersebut tentang tujuan mereka ke hutan Lebong Tik Sirong. Kakek tersebut lantas menunjukan dua jalur jalan yaitu jalur kiri dan jalur kanan.

Kakek tersebut berujar “kalian lewat ke kanan saja, jangan ke kiri nanti kalian gak pulang” ucap sang kakek

Benok, Feri dan Reki mengikuti jalur yang di isyaratkan sang kakek yaitu jalur kanan. Namun, rekan mereka yang bernama ADE malah berbelok ke jalur kiri tanpa sepengetahuan tiga rekanya.

Setela lima jam perjalanan, tiga rekanya menyadari bahwa Ade telah hilang dalam hutan.

Lalu, setelah menyadari rekanya hilang, Benok, lantas berujar kepada rekanya untuk tetap melanjutkan perjalanan.

Sampai pada hari ketujuh, mereka bertiga terkejut ketika satu minggu perjalanan dari hutan Tik Sirong malah tembus ke hutan Gunung Bungkuk Bengkulu Tengah.

Ketika sudah memasuki di wilayah Bengkulu Tengah tepatnya desa Susup, mereka masih memikirkan rekanya Ade yang hilang dalam perjalanan.

Seusai situasi tenang, mereka langsung mencarter mobil dan pulang ke Kabupaten Rejang Lebong. Hingga sampai saat ini, sosok hilangnya Ade masih menimbulkan misteri yang tak terpecahkan.(**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *