Bengkulu, – Semangat pemberdayaan perempuan kembali ditunjukkan jajaran Persit Kodam XXI/Radin Inten melalui dukungan terhadap pelaku UMKM lokal. Salah satu kisah inspiratif datang dari Ibu Dewa, anggota Persit yang juga berprofesi sebagai ASN di Kabupaten Rejang Lebong.
Berangkat dari kepeduliannya terhadap ibu rumah tangga yang belum memiliki wadah produktif, Ibu Dewa menggagas usaha Batik ChaCha Mentari. Ia mengajak para perempuan di lingkungannya untuk berkarya bersama, memanfaatkan waktu dan keterampilan yang dimiliki menjadi kegiatan bernilai ekonomi.
Batik ChaCha Mentari sendiri mengangkat kekayaan budaya lokal Rejang Lebong. Motifnya terinspirasi dari aksara Kaganga yang sarat nilai sejarah dan filosofi, menjadikan setiap kain tidak hanya indah secara visual, tetapi juga memiliki identitas budaya yang kuat.
Proses produksi dilakukan secara sederhana, dimulai dari teras rumah dengan kegiatan menggambar pola, mencanting, hingga mewarnai kain. Saat ini, UMKM tersebut memiliki tiga pengrajin aktif dengan kapasitas produksi sekitar 10 hingga 30 helai kain per bulan. Meski masih didominasi pasar lokal Bengkulu, pesanan terus mengalir secara bertahap.
Komitmen Persit Kartika Chandra Kirana dalam mendorong kemandirian anggotanya diwujudkan melalui program “Persit Bisa”. Program ini menjadi wadah pengembangan kapasitas dan promosi UMKM anggota Persit di tingkat nasional.
Pada tahun 2026, Batik ChaCha Mentari terpilih sebagai perwakilan UMKM dari Cabang XX Dim 0409 Koorcab Rem 041 PD XXI/Radin Inten untuk tampil dalam ajang Persit Bisa di Balai Kartini, Jakarta.
Ketua Cabang, Ny. Ratih Agung, menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut. Ia menilai keberhasilan ini merupakan bukti nyata kerja keras dan kreativitas anggota Persit.
Diharapkan, keberhasilan Batik ChaCha Mentari mampu mendorong pelestarian budaya sekaligus meningkatkan kesejahteraan perempuan melalui penguatan ekonomi berbasis UMKM.(Raffa)















