Bengkulu, – Keluarga besar Dewan Pengurus Daerah (DPD) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Bengkulu menggelar acara Halal Bihalal untuk mempererat tali silaturahmi pasca-Idul Fitri. Kegiatan yang berlangsung meriah ini dihadiri oleh ratusan kader dan pengurus dari berbagai wilayah di Kota Bengkulu, Minggu (12/4/2026).

Hadir langsung dalam acara tersebut, Ketua DPD PKS Kota Bengkulu, Ustadz Andi Saputra, didampingi jajaran pengurus struktural DPD PKS Kota Bengkulu.
Rangkaian acara diawali dengan senam bersama untuk menjaga kebugaran para kader. Dalam kegiatan ini, panitia secara khusus menghidangkan berbagai makanan sehat tradisional serba rebusan, seperti jagung rebus, kacang rebus, ubi rebus, dan panganan lokal lainnya sebagai bentuk kampanye pola hidup sehat.
Acara kemudian dilanjutkan dengan penyampaian tausiah agama oleh Ustadz Hamdan Nasution. Dalam materinya, beliau memotivasi seluruh kader untuk terlibat aktif dan konsisten dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat sebagai wujud nyata nilai-nilai ketakwaan.
Momentum ini juga menjadi tonggak pemberdayaan ekonomi dengan dilakukannya launching koperasi dan launching pangkas rambut sebagai langkah nyata membangun kemandirian ekonomi organisasi.
Dalam sambutannya, Ketua DPD PKS Kota Bengkulu, Ustadz Andi Saputra, memberikan ulasan menarik mengenai sejarah awal kegiatan Halal Bihalal. Beliau menjelaskan bahwa istilah Halal Bihalal merupakan tradisi khas Indonesia yang digagas sebagai sarana rekonsiliasi bangsa dan mempererat persatuan.
“Halal Bihalal ini memiliki akar sejarah yang kuat di Indonesia sebagai upaya menyatukan kembali hati yang mungkin sempat berselisih. Semangat sejarah itulah yang kita bawa hari ini, yakni semangat persatuan untuk bersama-sama membangun Kota Bengkulu,” ujar Ustadz Andi Saputra.
Beliau juga menambahkan bahwa dengan jiwa yang sehat melalui senam, rohani yang terisi melalui tausiah, serta kemandirian ekonomi melalui koperasi, PKS akan semakin kokoh dalam melayani.
“Seperti yang ditekankan Ustadz Hamdan tadi, pelayanan adalah prioritas. Soliditas kader yang terbangun melalui sejarah panjang silaturahmi ini harus dikonversi menjadi kerja nyata di tengah masyarakat,” pungkasnya.
Acara ditutup dengan ramah tamah dan makan bersama, memperkuat suasana kekeluargaan yang hangat antar seluruh pengurus dan kader.(Raffa)















