Bengkulu, – Semangat menjaga kedaulatan, stabilitas, dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) digaungkan dalam Tablig Akbar yang diselenggarakan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Syariah Nahdlatul Ulama (STIESNU) Bengkulu dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharam 1448 Hijriah, Minggu (21/6/2026).
Kegiatan yang dihadiri puluhan civitas akademika STIESNU Bengkulu tersebut mengusung tema “Menjaga Kedaulatan, Stabilitas, dan Keutuhan NKRI”. Acara menghadirkan penceramah Dr. Rozian Karnedi serta dihadiri Staf Ahli Gubernur Bengkulu Bidang Kemasyarakatan dan SDM Zahirman, Presiden BEM STIESNU Wahyu Febriansyah, Wakil Ketua III STIESNU Yudha Septian Kurniawan, perwakilan GP Ansor, IPNU, Fatayat NU, serta mahasiswa dan organisasi kemahasiswaan lainnya.
Dalam tausiyahnya, Dr. Rozian Karnedi mengajak generasi muda untuk menjadikan momentum Tahun Baru Islam sebagai sarana melakukan hijrah menuju kehidupan yang lebih baik, baik secara spiritual maupun sosial. Menurutnya, peran pemuda sangat penting dalam menjaga persatuan bangsa di tengah berbagai tantangan yang dihadapi Indonesia saat ini.
“Selaku generasi muda, marilah kita menjaga persatuan, stabilitas sosial, dan keutuhan NKRI dengan memperkuat ukhuwah Islamiyah, ukhuwah wathaniyah, serta menolak segala bentuk perpecahan,” ujar Rozian.
Ia juga menekankan pentingnya memanfaatkan waktu dan kesempatan yang diberikan Allah SWT untuk meningkatkan keimanan, ketakwaan, serta menjadi pribadi yang memberikan manfaat bagi agama, bangsa, dan negara.
Sementara itu, Staf Ahli Gubernur Bengkulu Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Zahirman, menyampaikan apresiasi atas peran STIESNU Bengkulu dalam membangun kualitas sumber daya manusia yang unggul dan berkarakter.
Menurutnya, Pemerintah Provinsi Bengkulu mendukung penuh berbagai upaya lembaga pendidikan dalam mencetak generasi yang mampu menjadi motor penggerak pembangunan daerah maupun nasional.
Zahirman juga berpesan kepada para mahasiswa agar senantiasa berpikir kritis, terbuka terhadap perkembangan zaman, namun tetap berlandaskan nilai-nilai agama, Pancasila, dan konstitusi negara.
“Mahasiswa harus menjadi agen perubahan yang cerdas dan berintegritas, sehingga tidak mudah terpengaruh oleh paham intoleran maupun radikal yang dapat mengancam persatuan bangsa,” tegasnya.
Melalui kegiatan ini, STIESNU Bengkulu menegaskan komitmennya dalam menanamkan nilai-nilai keislaman, kebangsaan, dan semangat persatuan sebagai fondasi dalam membangun Indonesia yang kuat, damai, dan berkemajuan. (Adek)















