Alaku
Alaku
Alaku
Daerah  

Dewi Coryati Dorong Pendidikan Inklusif, Usulkan Sekolah Khusus Disabilitas di Setiap Daerah

Cloud Hosting Indonesia

Bengkulu, – Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi PAN Dapil Bengkulu, Hj. Dewi Coryati, menegaskan pentingnya penguatan pendidikan inklusif agar seluruh anak, termasuk penyandang disabilitas, memperoleh hak pendidikan yang bermutu dan berkeadilan.

Hal itu disampaikannya saat membuka Workshop Pendidikan bertema “Pengembangan Pendidikan Inklusif Mewujudkan Layanan Pendidikan yang Bermutu dan Berkeadilan untuk Semua”, hasil kolaborasi Komisi X DPR RI bersama Direktorat Guru Pendidikan Dasar, Ditjen GTK Kemendikdasmen RI, di Bengkulu, Senin (6/7/2026).

Menurut Dewi, pendidikan inklusif merupakan amanat pembangunan sumber daya manusia sebagaimana tertuang dalam Asta Cita pemerintah. Setiap anak memiliki karakter, kemampuan, dan kebutuhan yang berbeda sehingga sekolah harus mampu memberikan layanan yang setara tanpa diskriminasi.

“Semua anak berhak mendapatkan pendidikan. Sekolah harus ramah terhadap seluruh peserta didik, termasuk anak penyandang disabilitas,” ujarnya.

Ia menjelaskan, sekolah yang menerapkan pendidikan inklusif idealnya dilengkapi sarana pendukung seperti akses kursi roda, jalur landai (ramp), hingga fasilitas penunjang di gedung bertingkat. Namun, keterbatasan anggaran dan sumber daya manusia masih menjadi tantangan di banyak daerah.

Karena itu, Dewi mengusulkan pembentukan sekolah khusus disabilitas secara bertahap. Menurutnya, setiap kecamatan di Kota Bengkulu idealnya memiliki minimal satu sekolah yang dilengkapi fasilitas lengkap serta didampingi tenaga profesional, termasuk psikolog.

“Kalau setiap sekolah harus memiliki psikolog, tentu pemerintah belum mampu dari sisi SDM maupun pembiayaan. Karena itu, sekolah khusus disabilitas bisa menjadi solusi yang dibangun secara bertahap,” katanya.

Dewi menambahkan, workshop tersebut bertujuan membekali guru dan tenaga kependidikan dengan pemahaman, metode pembelajaran, serta keterampilan dalam menciptakan lingkungan belajar yang inklusif dan ramah bagi seluruh peserta didik.

Ia berharap para peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan selama pelatihan, tetapi juga mampu mengimplementasikan pendidikan inklusif di sekolah masing-masing.

“Keberagaman peserta didik adalah kekayaan yang harus dirangkul. Saya berharap para guru menjadi pelopor perubahan dalam menghadirkan layanan pendidikan yang bermutu, adil, dan setara bagi seluruh anak bangsa, khususnya di Provinsi Bengkulu,” tutup Dewi saat secara resmi membuka workshop tersebut.(Raffa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *