Bengkulu, – Kisah ini terjadi pada 16 tahun yang menimpa siswa/siswi dan guru di salah satu SMKN sangat populer di Bengkulu. Waktu itu, SMKN tersebut ingin melaksanakan sejumlah lomba seperti memasak dan tarik tambang dalam rangka memperingati hari sumpah pemuda.
Waktu itu seusai melaksanakan upacara hari sumpah pemuda, siswa siswi seperti biasa memasuki kelas sebelum guru mengintruksikan siswa di kelas ikut dalam rangkaian perlombaan Sumpah Pemuda.
Namun, salah satu siswa tiba tiba mengalami kerasukan hingga membuat siswa lainya ikut mengalami kerasukan.
Sang guru yang mencoba ingin membantu tiba tiba ikut mengalami kesurupan. Situasi yang semakin tak keruan membuat guru lainya berinisiatif memanggil “Orang Pintar” Seperti Pemuka Agama untuk mengatasi masalah tersebut.
Saat didoakan oleh orang pintar, sebagian siswa dan siswi mulai tersadar. Guna menekan situasi semakin parah, sang guru memulangkan seluruh siswa siswi dan membatalkan perlombaan.
Total, ada sekitar 28 siswa siswi yang kerasukan beserta satu guru dalam kejadian tersebut.
Bahkan, orang pintar tersebut mengakui pada tahun 2000an disekolah tersebut pernah ada yang mengalami kerasukan hingga meninggal dunia.(**)















