Alaku
Alaku
Alaku
Daerah  

Pegadaian Syariah Bengkulu Gelar Merdeka Stunting 2026, 30 Ibu Hamil Dapat Layanan USG Gratis

Cloud Hosting Indonesia

Bengkulu, – PT Pegadaian Syariah Cabang Bengkulu menggelar kegiatan Merdeka Stunting 2026 dengan melibatkan 30 ibu hamil di Kota Bengkulu, Rabu (19/8/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen Pegadaian dalam mendukung upaya pemerintah menekan angka stunting di Indonesia, khususnya di Provinsi Bengkulu.

Pimpinan Pegadaian Syariah Cabang Bengkulu, Heriadi, mengatakan program Merdeka Stunting merupakan salah satu bentuk kepedulian perusahaan terhadap persoalan kesehatan masyarakat. Menurutnya, kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi langkah awal untuk membantu menurunkan angka stunting di Kota Bengkulu.

“Memang ini menjadi salah satu konsen Pegadaian untuk menurunkan angka stunting di seluruh Indonesia, khususnya di Provinsi Bengkulu. Dari data yang disampaikan dokter, angka stunting kita masih sekitar 18 persen,” ujar Heriadi.

Ia menambahkan, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya Pegadaian untuk semakin dekat dengan masyarakat. Para ibu hamil yang mengikuti kegiatan diharapkan semakin sadar pentingnya pemeriksaan kehamilan secara rutin di fasilitas kesehatan.

Heriadi menyebut, kegiatan Merdeka Stunting 2026 dilaksanakan serentak di 36 kota di Indonesia. Untuk Provinsi Bengkulu, kegiatan tahun ini menjadi pelaksanaan perdana. Jika mendapat respons positif dari masyarakat, Pegadaian berharap kegiatan serupa dapat diperluas pada tahun mendatang, termasuk ke daerah kabupaten dan kota.

Sementara itu, Ketua POGI Provinsi Bengkulu, dr. Taufik Hidayat, mengatakan program Merdeka Stunting merupakan kolaborasi Pegadaian dengan POGI yang digelar dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan RI.

“Untuk Bengkulu sendiri, kegiatan ini baru kita laksanakan pada 19 Agustus. Ini merupakan langkah awal untuk melakukan skrining terhadap ibu hamil,” katanya.

Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan layanan USG gratis, pemberian vitamin bagi ibu hamil, serta edukasi dan penyuluhan mengenai pencegahan stunting. Pemeriksaan juga dilakukan untuk mendeteksi kemungkinan adanya gangguan pertumbuhan janin.

Taufik menjelaskan, berdasarkan data 2024, angka stunting di Bengkulu sekitar 18,8 persen, sedikit di bawah angka nasional yang berada di kisaran 19,6 persen. Meski demikian, penanganan stunting tetap perlu dilakukan secara berkelanjutan.

Perwakilan Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu melalui Kabid Kesmas, Sri Nuryanti, menambahkan bahwa pengentasan stunting membutuhkan upaya yang masif dan berkesinambungan dengan melibatkan berbagai pihak.

“Penanganan stunting harus terus dilakukan secara masif,” ujarnya. (Raffa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *