Alaku
Alaku
Alaku

Tak Mau Atlet Bengkulu “Hilang”, KONI Siapkan Uang Saku dan Bonus Rp1 Miliar

Cloud Hosting Indonesia

Bengkulu, — Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Bengkulu mulai melakukan pemeliharaan atlet sebagai bagian dari persiapan menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 yang akan berlangsung di Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT) melaksanakan kegiatan Coffe Morning bersama awak media Bengkulu.

Ketua Umum KONI Provinsi Bengkulu, Teuku Zulkarnain, S.E., mengatakan pemeliharaan dilakukan melalui pemberian uang saku setiap bulan kepada atlet dan pelatih. Program ini menjadi bentuk dukungan KONI agar atlet tetap fokus menjalani latihan dan pelatih dapat menjalankan program pembinaan secara berkelanjutan.

Hal tersebut disampaikan Teuku saat ditemui di Kantor KONI Provinsi Bengkulu, Kamis (27/8/2026).

Menurut Teuku, para atlet saat ini memiliki tugas utama untuk berlatih dan mempersiapkan diri sebaik mungkin menghadapi persaingan di tingkat nasional.

“Yang lain-lain urusan KONI, tugas atlet hanya latihan dan latihan untuk mengharumkan Provinsi Bengkulu,” tegasnya.

Ia memastikan KONI Bengkulu menargetkan peningkatan prestasi pada PON 2028. Bengkulu ditargetkan mampu menembus peringkat 25 besar nasional dengan raihan sedikitnya enam medali emas.

Teuku juga menegaskan berbagai isu yang berkembang tidak akan mengganggu fokus KONI dalam menjalankan program pembinaan atlet.

“KONI tidak terganggu isu. Komitmen keuangan KONI terbuka dan dipersilakan memantau keuangan KONI,” ujarnya.

Namun, dukungan tersebut akan dibarengi dengan evaluasi. Atlet yang tidak menunjukkan keseriusan dalam menjalani latihan terancam kehilangan dukungan anggaran.

“Bahkan kita stop support anggaran kalau sudah malas latihan,” katanya.

Atlet Tinju Pilih Jadi Buruh Sawit

Teuku mengungkapkan, salah satu tantangan pembinaan atlet di Bengkulu adalah persoalan kesejahteraan. Ia mencontohkan seorang atlet tinju Bengkulu yang pernah membela Aceh dan sukses meraih medali emas.

Usai pertandingan, atlet tersebut memilih kembali bekerja sebagai buruh panen sawit atau dodos sawit karena membutuhkan penghasilan.

KONI kemudian berupaya membujuk atlet tersebut agar kembali mengikuti program pemusatan latihan daerah (Pelatda).

“Katanya mending dodos sawit dapat duit. Maka kita pikirkan itu. Kita bujuk dan akhirnya dia mau ikut pelatihan,” ungkap Teuku.

Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan pentingnya memberikan dukungan yang mampu membuat atlet fokus mengejar prestasi tanpa mengabaikan kebutuhan ekonomi mereka.

Selain uang saku dan pembinaan, KONI Bengkulu juga menyiapkan penghargaan bagi atlet yang berhasil mempersembahkan medali emas pada PON 2028.

Setiap medali emas dijanjikan reward Rp1 miliar, ditambah peluang bekerja di Bank Bengkulu dengan tetap mempertimbangkan persyaratan serta kualifikasi pendidikan yang berlaku.

Teuku berharap skema tersebut menjadi stimulus bagi atlet untuk semakin serius berlatih dan menjaga konsistensi hingga PON 2028.

Dengan program pemeliharaan atlet, dukungan pelatih, evaluasi berkala, serta penghargaan prestasi, KONI Bengkulu optimistis target enam medali emas dan peringkat 25 besar nasional dapat diwujudkan.

Dalam kegiatan tersebut turut hadir Ketua Harian KONI Bengkulu Dali Sukma, Bendahara Sita dan Bidang Pembinaan Prestasi Sujono. (Raffa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *