Bengkulu, – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Bengkulu memilih menjawab berbagai isu yang menerpa dengan torehan prestasi. Di bawah kepemimpinan Teuku Zulkarnain, KONI Bengkulu mulai mengubah pola pembinaan atlet dengan program jangka panjang yang disiapkan untuk menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI 2028 di Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT).

Ketua Harian KONI Provinsi Bengkulu, Dali Sukma, mengatakan program pembinaan jangka panjang menjadi salah satu terobosan penting dalam kepengurusan KONI saat ini. Program tersebut tidak hanya menyangkut bantuan pembinaan, tetapi juga mencakup latihan terprogram, pemenuhan gizi, perlindungan sosial, monitoring perkembangan atlet hingga pemberian penghargaan.
“Bengkulu tidak kekurangan atlet bagus, tetapi selama ini kurang mendapatkan pembinaan yang benar-benar terprogram. Sekarang atlet dan pelatih setiap hari dilatih dan dimonitoring agar perkembangan mereka bisa diketahui,” kata Dali.
Menurutnya, hasil pembinaan mulai terlihat dari sejumlah kejuaraan yang diikuti atlet Bengkulu. Awal Juli 2026, cabang olahraga (cabor) Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina) berhasil membawa pulang tiga medali emas dari Kejuaraan VIP Boxing di Lampung.
Prestasi juga ditorehkan cabor taekwondo dan angkat berat. Cabor angkat berat menyumbangkan satu medali perak dan dua perunggu. Sebelumnya, pada akhir 2025, lima cabor Bengkulu yang mengikuti PON Bela Diri di Kudus, Jawa Tengah, berhasil meraih lima medali perunggu.
Dali menegaskan atlet yang masuk dalam program pembinaan tidak dipilih sembarangan. KONI melakukan tracking berdasarkan rekam jejak, jam terbang, pengalaman mengikuti kejuaraan serta prestasi yang telah diraih.
Untuk menghadapi PON 2028, sebanyak 17 cabor unggulan telah dipersiapkan. Cabor tersebut dipilih berdasarkan catatan prestasi pada PON sebelumnya.
“Kita menargetkan lima medali emas dan masuk 25 besar. Kemarin kita juru kunci, jangan sampai terulang lagi. Dengan pembinaan jangka panjang ini, InsyaAllah target tersebut bisa diwujudkan,” tegasnya.
KONI juga menggandeng Bank Bengkulu dan BPJS Ketenagakerjaan dalam program perlindungan sosial atlet. Selain itu, Gubernur Bengkulu menyiapkan reward Rp1 miliar bagi atlet yang berhasil meraih medali emas pada PON mendatang, termasuk peluang jaminan pekerjaan.
Saat ini, KONI Bengkulu juga fokus mempersiapkan Porprov X yang dijadwalkan berlangsung Desember 2026 serta kontingen untuk PON Bela Diri di Manado, Sulawesi Utara.
“Kami tidak terlalu menanggapi isu. Fokus kami bagaimana KONI menjadi lebih baik dan atlet-atlet Bengkulu semakin berprestasi,” pungkas Dali.(Raffa)















