Bengkulu,- Waktu itu, sekitaran tahun 2000 ada satu keluarga baru yang “mengontrak” di salah satu kelurahan yang berada di Kecamatan Teluk Segara Kota Bengkulu.
Mereka merupakan pendatang baru yang waktu itu bersama sang istri dan seorang anaknya mengontrak di wilayah tersebut.
Singkat cerita mereka yang sudah “mengontrak” rumah tersebut sejak beberapa minggu mulai merasa ada gelagat yang tak beres.
Gangguan gangguan seperti sosok badan besar (orang bule) berpakaian zaman dulu sering menampakan diri saat hari sudah tengah malam.
Sebut saja AD (inisial) sang kepala keluarga terbangun saat mendengar adanya langkahan kaki diteras rumahnya.
AD yang terbangun langsung bersiap memegang sebilah kayu dan mengintip dari jendela untuk mengetahui sosok yang berada di teras rumahnya.
AD berpikir bahwa langkahan kaki tersebut merupakan terduga pelaku pencurian yang ingin membobol rumahnya.
Namun, AD terkejut saat mengintip dari jendela ada sesosok lelaki berbadan besar (orang bule) berpakaian seperti orang dulu sedang berdiri tegap diteras rumahnya sembari menghadap pohon.
AD waktu itu hanya terdiam dan kaku sesaat saat melihat wujud tersebut.
Sang istri yang terbangun melihat AD sedang mengintip dari jendela tiba tiba memukul pundaknya.
AD langsung menoleh dan mengajak sang istri untuk langsung menuju kamar tidur kembali.
Saat dikamar, AD meminta sang istri untuk langsung tidur dan berjanji akan menceritakan apa yang dialaminya.
Keesokan harinya, AD bercerita kepada sang istrinya bahwa dirinya melihat sesosok lelaki berbadan besar yang sedang berdiri menghadap pohon.
Sang istri lantas juga bercerita kepada AD bahwa dirinya pernah mengalami keanehan dirumah tersebut seperti ada suara orang yang sedang berbicara dalam bahasa inggris saat menjelang subuh di belakang rumah (dapur).
Untuk menekan kejadian lain yang dialami keluarganya, AD dan sang istri lantas memutuskan untuk mempersingkat sewa kontrakanya lebih cepat dari yang disepakati.(Yadi)















