Alaku
Alaku
Alaku
Daerah  

Indonesia Dipercaya Jadi Tuan Rumah ISC ke-3, Sultan B Najamuddin : DPD RI Bawa Perspektif Daerah ke Panggung Dunia

Cloud Hosting Indonesia

Jakarta, — Indonesia melalui Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) resmi ditetapkan sebagai tuan rumah Inter-Parliamentary Speakers’ Conference (ISC) ke-3. Keputusan tersebut diambil secara aklamasi dalam pertemuan pimpinan parlemen yang menghadiri ISC ke-2 di Phnom Penh, Kamboja.

“Alhamdulillah, kita dipercaya menjadi tuan rumah tahun depan,” ujar Ketua DPD RI Sultan B Najamudin kepada media seusai acara.

Penetapan Indonesia sebagai tuan rumah kemudian dituangkan dalam Phnom Penh Declaration dan diumumkan secara resmi di hadapan peserta konferensi yang terdiri atas pimpinan parlemen dari 40 negara.

Kehadiran Sultan dalam forum tersebut tidak hanya sebagai peserta, tetapi juga menjadi bagian dari proses diplomasi yang mengantarkan Indonesia memperoleh kepercayaan menjadi tempat pertemuan para pimpinan parlemen dunia pada ISC berikutnya.

Sebelum ditetapkan, pencalonan Indonesia terlebih dahulu dibahas dalam pertemuan para pimpinan parlemen negara peserta. Setelah disepakati secara aklamasi, keputusan tersebut diumumkan Presiden Senat Kamboja sekaligus mantan Perdana Menteri Kamboja, Hun Sen, dalam forum ISC ke-2.

Bagi DPD RI, penunjukan Indonesia sebagai tuan rumah merupakan bentuk kepercayaan parlemen dunia sekaligus capaian penting dalam diplomasi parlemen Indonesia. Forum tersebut dinilai menjadi pengakuan terhadap peran dan eksistensi DPD RI sebagai lembaga representasi kewilayahan dalam sistem demokrasi Indonesia.

Sultan mengatakan, penyelenggaraan ISC ke-3 menjadi kehormatan sekaligus peluang strategis bagi Indonesia untuk mengambil peran lebih besar dalam membangun dialog dan kerja sama antarparlemen dunia.

Menurutnya, berbagai persoalan lokal, nasional, dan internasional perlu diselaraskan melalui kolaborasi. Indonesia juga memiliki posisi strategis untuk mendorong perdamaian, kepatuhan terhadap hukum internasional, kesejahteraan, serta pembangunan berkelanjutan.

“Dunia hari ini membutuhkan lebih banyak ruang dialog dan kerja sama. Parlemen memiliki peran penting untuk memastikan aspirasi masyarakat, kepentingan perdamaian, keadilan, dan keberlanjutan menjadi bagian dari agenda bersama,” ujarnya.

ISC ke-3 di Indonesia nantinya diharapkan tidak hanya menjadi forum diplomasi parlementer, tetapi juga ruang untuk mempertemukan berbagai perspektif negara dalam mencari solusi atas persoalan global yang semakin kompleks.

Bagi DPD RI, penunjukan tersebut memiliki makna tersendiri. Selama ini diplomasi parlemen Indonesia lebih banyak diwakili DPR RI. Sebagai lembaga representasi kewilayahan, DPD RI ingin membawa perspektif daerah dan keberagaman Indonesia ke dalam percakapan global.

Sultan menilai berbagai tantangan dunia juga dirasakan langsung masyarakat di daerah, mulai dari perubahan iklim, ketimpangan pembangunan, hingga persoalan kesejahteraan dan keberlanjutan lingkungan.

Sebagai negara kepulauan yang besar dan beragam, Indonesia memiliki pengalaman dalam merawat persatuan di tengah perbedaan. Modal tersebut dinilai penting untuk menghadirkan ISC sebagai ruang dialog, saling memahami, dan membangun kerja sama antarnegara.

ISC merupakan forum yang mempertemukan pimpinan parlemen berbagai negara untuk membahas isu strategis dunia, termasuk perdamaian, hukum internasional, kesejahteraan, lingkungan, serta pembangunan berkelanjutan.

Dengan menjadi tuan rumah ISC ke-3, Indonesia berpeluang memperkuat diplomasi parlemen sekaligus membawa suara negara kepulauan dan kepentingan daerah ke panggung global.Kalau ingin, saya juga bisa membuat versi 300 kata yang lebih tajam untuk portal berita online atau 4 pilihan judul yang lebih menarik dan bernuansa nasional.(Raffa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *