Alaku
Alaku
Alaku
Daerah  

Gerakan Literasi Diperkuat, Dewi Coryati : 57 Ribu Buku untuk Bengkulu

Cloud Hosting Indonesia

Bengkulu, – Balai Bahasa Provinsi Bengkulu, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, memperkuat gerakan literasi masyarakat melalui kegiatan Diseminasi Bahan Bacaan Literasi Tahun 2026.

Kegiatan yang berlangsung di Aula Rafflesia Kantor Balai Bahasa Provinsi Bengkulu, Minggu (6/9/2026), bertujuan memperluas akses sekaligus meningkatkan pemanfaatan bahan bacaan bermutu di lingkungan pendidikan dan masyarakat.

Anggota Komisi X DPR RI Fraksi PAN Dapil Bengkulu, Hj. Dewi Coryati, mengatakan pihaknya mendukung penguatan literasi sekaligus pelestarian bahasa daerah. Menurutnya, kemampuan literasi yang baik menjadi modal penting bagi generasi muda untuk meningkatkan pengetahuan dan kualitas sumber daya manusia.

“Bengkulu luar biasa karena memiliki bahasa daerah sendiri dan juga aksara sendiri. Ini harus dilestarikan karena merupakan aset daerah,” kata Dewi.

Ia menyebut sekitar 57 ribu buku telah dikirim ke Bengkulu. Distribusi diharapkan menjangkau daerah pelosok. Buku yang disalurkan disusun berdasarkan kebutuhan dan karakteristik pembaca, termasuk anak usia dini yang membutuhkan materi menarik.

Sementara itu, Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Hafidz Muksin, menegaskan penguatan literasi tidak dapat dilakukan pemerintah sendiri. Dibutuhkan kolaborasi dengan pemerintah daerah, perguruan tinggi, media, komunitas, sekolah, perpustakaan, Taman Bacaan Masyarakat (TBM), hingga ruang publik.

“Kita mencoba meningkatkan akses sumber bacaan bermutu, baik di lingkungan sekolah, komunitas, masyarakat, satuan pendidikan maupun tempat-tempat publik,” ujarnya.

Selain literasi, pemerintah memperkuat penggunaan bahasa Indonesia di ruang publik. Tim Pengawasan Penggunaan Bahasa Indonesia telah dibentuk di sejumlah daerah untuk melakukan sosialisasi, pemantauan, pendampingan, dan evaluasi penggunaan bahasa sesuai kaidah.

Hafidz juga menekankan pentingnya pelestarian bahasa daerah seperti bahasa Rejang, Enggano, dan bahasa Bengkulu melalui program revitalisasi yang melibatkan peserta didik. Bahan bacaan berbahasa daerah didorong untuk dikembangkan, diterjemahkan, dan didigitalisasi agar dapat diakses masyarakat secara lebih luas.

Kepala Balai Bahasa Provinsi Bengkulu, Andriana Yohan, mengatakan diseminasi menjadi bagian dari upaya memastikan bahan bacaan dimanfaatkan masyarakat.

“Kami berharap bahan bacaan ini dapat meningkatkan minat baca dan memperkuat budaya literasi di Provinsi Bengkulu,” katanya.

Ia menambahkan, keberhasilan gerakan literasi membutuhkan keterlibatan sekolah, keluarga, komunitas, perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat. Penguatan bahasa Indonesia juga diarahkan melalui pembelajaran Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) bagi mahasiswa asing di Bengkulu. (Raffa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *