Bengkulu, – Baru enam bulan lebih bertugas di Komisi V DPR RI, Hj. Erna Sari Dewi, S.E., M.H., membawa kabar menggembirakan bagi masyarakat Bengkulu. Alokasi anggaran Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD) tahun 2026 melonjak menjadi Rp285,14 miliar, meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya.
Pada 2025, pagu anggaran IJD Bengkulu tercatat sebesar Rp134,30 miliar. Artinya, terdapat tambahan anggaran sebesar Rp150,83 miliar atau meningkat 112,31 persen. Jumlah paket pekerjaan juga bertambah dari 12 paket menjadi 17 paket pada 2026.
Erna Sari Dewi yang mendapat penugasan di Komisi V DPR RI sejak April 2026 menilai peningkatan ini memperlihatkan pentingnya kehadiran perwakilan Bengkulu di komisi yang membidangi infrastruktur tersebut.
“Alhamdulillah, baru enam bulan lebih saya mendapatkan amanah di Komisi V, kita sudah melihat perkembangan yang sangat signifikan. Anggaran IJD Bengkulu meningkat dari Rp134 miliar menjadi Rp285 miliar. Ini tentu capaian yang patut kita syukuri dan banggakan bersama,” ujar Erna.
Menurut politisi Partai NasDem tersebut, kehadiran wakil Bengkulu di Komisi V membuka ruang yang lebih besar untuk menyuarakan dan mengawal kebutuhan pembangunan daerah, khususnya di tengah keterbatasan kemampuan APBD.
“Bagi saya, menjadi Anggota DPR RI bukan sekadar hadir dalam rapat di Senayan. Aspirasi masyarakat harus bisa kita perjuangkan menjadi kebijakan, kita kawal menjadi anggaran, dan kita dorong menjadi pembangunan yang nyata bagi daerah,” tegasnya.
Erna menegaskan peningkatan anggaran tersebut merupakan hasil sinergi Pemerintah Pusat, DPR RI, Kementerian Pekerjaan Umum, BPJN Bengkulu, dan pemerintah daerah.
Ia secara khusus menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto atas kebijakan percepatan pembangunan jalan daerah, serta Menteri PU Dody Hanggodo atas dukungan terhadap kebutuhan infrastruktur Bengkulu.
Apresiasi khusus juga disampaikan kepada Kepala BPJN Bengkulu, Dr. Zepnat Kambu, beserta seluruh jajaran, atas kerja teknis dalam mempersiapkan dan menindaklanjuti program pembangunan jalan daerah.
Sementara itu, Kepala BPJN Bengkulu, Zepnat Kambu, menjelaskan bahwa pada 2026 terdapat 56 paket usulan pembangunan jalan dari pemerintah daerah se-Provinsi Bengkulu. Dari jumlah tersebut, 53 paket lolos verifikasi di tingkat balai dan 36 paket lolos seleksi di tingkat pusat.
“Hingga saat ini, baru 17 paket yang telah mendapatkan alokasi anggaran, terdiri dari 15 paket pekerjaan fisik dan dua paket pengawasan,” jelas Zepnat sebagaimana diberitakan media.
Erna juga mengapresiasi Pemerintah Provinsi Bengkulu dan pemerintah kabupaten/kota yang telah bekerja sama mempersiapkan usulan pembangunan.
“Ini bukan hasil kerja satu orang. Ada kebijakan Presiden, dukungan Menteri PU, kerja keras BPJN Bengkulu, serta pemerintah daerah yang menyiapkan usulannya. Kami di DPR RI memperjuangkan dan mengawal agar kebutuhan Bengkulu mendapatkan perhatian dalam pembangunan nasional,” jelasnya.
Erna berharap peningkatan anggaran tersebut menjadi momentum mempercepat pembangunan infrastruktur, memperkuat konektivitas, dan mendorong perekonomian masyarakat Bengkulu.
Ia juga menegaskan komitmennya untuk terus memperjuangkan alokasi pembangunan bagi Bengkulu pada tahun-tahun mendatang.
“Saya selalu menanamkan dalam diri saya bahwa Bengkulu tidak boleh tertinggal dari daerah lain dalam mendapatkan pembagian kue pembangunan nasional. Masyarakat Bengkulu memiliki hak yang sama untuk menikmati pembangunan,” tegasnya.
“Enam bulan lebih ini menjadi awal yang menggembirakan. Kita sudah melihat anggaran IJD meningkat lebih dari 112 persen. Saya ingin capaian ini menjadi pijakan untuk terus memperjuangkan pembangunan Bengkulu yang lebih besar ke depan,” pungkas Erna.(Raffa)














