Penulis – Fatkur Rohman, S.Pd.I., M.Pd.I Pengurus FK RT/RW Se Kota Bengkulu Bidang Keagamaan
Bengkulu, – Dulu, orang menyebut Terminal Air Sebakul dengan berbagai stigma. Tempat itu dianggap angker, horor, usang, dikelilingi semak belukar, bahkan tak jarang dijadikan sarang kemaksiatan. Bangunannya berdiri tanpa nyawa, kursi tunggu berdebu, dan halaman terminal hanya menyisakan cerita masa lalu yang muram.
Namun, waktu telah berubah. Hari ini, Terminal Air Sebakul kembali hidup, berdiri gagah dengan wajah baru. Dari kejauhan tampak bangunan megah dan rapi, di dalamnya tersedia ruang tunggu yang nyaman. Tak hanya kursi yang bersih, bahkan tersedia secangkir kopi hangat untuk menemani para penumpang yang menanti kedatangan bus.
Saya masih ingat, hari itu adalah pertama kalinya saya mencoba berangkat melalui terminal ini, menuju Manna, kota kenangan di Bengkulu Selatan. Saat duduk menunggu, hati saya bergetar bahagia. Rasa bangga menyeruak Bengkulu kini punya terminal yang tak kalah dari kota-kota besar lainnya. Di hadapan saya, para penumpang datang silih berganti. Ada sopir Damri yang tersenyum ramah, ada sopir bus besar yang siap mengantar warga Bengkulu ke berbagai daerah. Semuanya berjalan tertib, rapi, penuh harapan.
Di sela-sela waktu, tiba-tiba Kasatpel Terminal Tipe A Air Sebakul, Bapak Dodi, dengan ramah menghampiri dan menyapa saya. Beliau mengajak saya ngobrol ringan, tentang harapan besar dan doa untuk Bengkulu. Dengan nada optimis beliau berkata, “Terminal Air Sebakul ini bukan sekadar tempat bus berangkat dan datang. Ini adalah tanda bahwa Bengkulu punya masa depan. Dari sini kita ingin menunjukkan wajah Bengkulu yang tertib, ramah, dan bersemangat membangun.”
Saya tersenyum mendengarnya. Benar adanya, Allah telah berfirman dalam Al-Qur’an:
Sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan.” (QS. Al-Insyirah: 6)
Terminal yang dulu gelap dan ditinggalkan, kini menjadi terang dan penuh kehidupan. Dari tempat yang pernah dipandang sebelah mata, lahir harapan baru bagi bumi Merah Putih di Bengkulu.
Bagi saya, Terminal Air Sebakul bukan sekadar bangunan transportasi darat. Ia adalah cermin bahwa doa, usaha, dan harapan tak pernah sia-sia. Bengkulu kini bergerak maju. Dari sini, air harapan mengalir, membawa berkah untuk generasi mendatang.(**)















