“Terus saya angkat terlihat video porno dan saya matikan langsung, setelah panggilan WhatsApp itu, tidak selang berapa lama masuk di WhatsApp saya meminta uang,” kata Teradu seperti dilihat di situs DKPP, Rabu (3/11).
Dia mengaku pihak yang mengirim pesan WA tidak menyebutkan nominal uang yang diminta. Namun dia diancam rekaman video call akan disebar.
“Saya bilang silakan karena memang saya tidak pernah melakukan hal seperti yang diadukan oleh pengadu,” ujarnya.
Teradu menilai ada modus pemerasan dalam kasus tersebut. Dia juga menduga ada pihak yang ingin merusak nama baiknya serta menjatuhkan martabat KPU Kaur.
Dia mengatakan pada 2 Februari 2021, KPU Kaur akan menghadiri sidang perselisihan hasil pemilihan kepala daerah tahun 2020. Menurutnya, ada pihak yang ingin mengganggu konsentrasi KPU Kaur.
“Saya Teradu membantah keras hal itu, hal itu tidak pernah saya lakukan. Pemberitaan tersebut diduga ada pihak-pihak yang akan menghancurkan nama baik Teradu dan nama baik institusi Teradu KPU Kabupaten Kaur,” ujarnya.
Sumber :
Baca artikel detiknews, “Bugil Saat Video Call Sex, Anggota KPU di Bengkulu Dipecat” selengkapnya https://news.detik.com/berita/d-5795334/bugil-saat-video-call-sex-anggota-kpu-di-bengkulu-dipecat.















