Bengkulu, – Pergerakan arus mudik Lebaran 2026 di ruas Tol Bengkulu–Taba Penanjung terpantau mulai melandai pada periode 20 Maret 2026. Meski demikian, aktivitas kendaraan masih terus berlangsung dengan intensitas yang cukup tinggi dibandingkan hari normal.
Berdasarkan data PT Hutama Karya (Persero), jumlah kendaraan yang melintasi ruas tol tersebut tercatat sebanyak 1.159 kendaraan dalam satu hari. Angka ini mengalami penurunan sekitar 29,24 persen dibandingkan trafik normal, seiring mulai terdistribusinya arus mudik ke berbagai wilayah.
Secara keseluruhan, trafik di Jalan Tol Trans Sumatera mencapai 104.409 kendaraan atau meningkat 4,65 persen dari kondisi normal. Namun, peningkatan tersebut tidak setinggi hari sebelumnya, menandakan arus mudik mulai memasuki fase stabil.
Ruas Tol Bengkulu–Taba Penanjung sendiri menjadi salah satu jalur penting yang menghubungkan wilayah Kota Bengkulu dengan daerah penyangga. Meski tidak mengalami lonjakan signifikan seperti beberapa ruas lain di Sumatera, tol ini tetap berperan strategis dalam mendukung kelancaran mobilitas masyarakat selama musim mudik.
Pihak Hutama Karya menyebutkan bahwa pemantauan terus dilakukan secara intensif guna memastikan kondisi lalu lintas tetap aman dan terkendali. Kesiapan petugas di lapangan, fasilitas pendukung, serta koordinasi lintas sektor menjadi kunci utama dalam menjaga kelancaran arus kendaraan.
Selain itu, pengguna jalan juga diimbau untuk mempersiapkan perjalanan dengan matang. Mulai dari memastikan kondisi kendaraan, menjaga stamina tubuh, hingga mematuhi rambu lalu lintas dan batas kecepatan yang berlaku.
Pengemudi juga disarankan untuk beristirahat di rest area apabila mengalami kelelahan, guna menghindari risiko kecelakaan selama perjalanan.
Dengan kondisi trafik yang mulai melandai, diharapkan perjalanan mudik masyarakat, khususnya yang melintasi Tol Bengkulu–Taba Penanjung, dapat berlangsung lebih nyaman, aman, dan lancar hingga puncak arus Lebaran.(Raffa)















