Alaku
Alaku
Alaku

Bela Wilianti, Peserta 20 Penerjamahan Cerita Rakyat KBP Bengkulu

Bella Wilianti. Foto - Hasnul Kasdi Radar Informasi News.Com
Cloud Hosting Indonesia

Bengkulu – Bela Wilianti, perempuan kelahiran Bunut Tinggi, Talo, 30 Mei yang merupakan anak pertama dari pasangan In Hauni dan Darten merupakan salah satu peserta dari 20 Penerjemahan Cerita Rakyat yang digelar oleh Kantor Bahasa Provinsi (KBP) Bengkulu.

Alumni S1 Bahasa Indonesia dari salah satu perguruan tinggi di Bengkulu ini memang telah senang menulis sejak dari bangku Sekolah Dasar (SD) yang berawal dari menulis diari dan mulai merambat ke dunia fiksi sewaktu di Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Bela menuturkan, pertama kali mencoba ikut lomba menulis sewaktu duduk di kelas 1 Sekolah Menengah Atas (SMA). “Pada tahun 2016, ada dua karya saya yang diterbitkan KBP Bengkulu di antalogikan, satu cerita pendek (cerpen) dan satu 1 puisi,” tutur Bela yang ditemui dikediamannya di kawasan Betungan, Kota Bengkulu, Kamis (18/05).

“Yang puisi antalogi pemenang Lomba Cipta Puisi Lndonesia (LCPI) se-Provinsi Bengkulu dalam rangka Pekan Nelayan dan Kemaritiman dengan tema Karakteristik Kemaritiman Dalam Puisi dengan judul, Antalogi Nelayan Menggantung Harap dan yang cerpen berjudul Perjalanan Waktu,” Bela melanjutkan.

Kemudian diceritakan Bela, pada tahun 2018 dirinya terpilih menjadi pemenang sayembara menulis bahan bacaan literasi tingkat menengah dimana akhirnya karya dengan judul Rubiyah Sang Penjelajah juga diterbitkan.

“Di tahun 2023 ini saya menjadi salah satu penulis terpilih dalam seleksi cerita rakyat berbahasa daerah Bengkulu dengan mengusung tema sains, tentang Bunga Rafflesia,” tutup Bela.(HKS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *