Alaku
Alaku
Alaku

Bersama Bank Indonesia Perwakilan Bengkulu, Wartawan Ekonomi Kunjungi Kebun Jeruk Gerga di Desa IV Suku Menanti RL

Cloud Hosting Indonesia

Rejang Lebong, — Agrowisata kebun jeruk Gerga di Desa IV Suku Menanti, Kabupaten Rejang Lebong (RL), kini menjadi salah satu destinasi favorit bagi wisatawan pencinta alam dan buah segar. Dikelola oleh Subandri, kebun ini telah beroperasi selama empat tahun dan dalam dua tahun terakhir telah memasuki masa panen optimal.

Rombongan wartawan ekonomi yang difasilitasi Bank Indonesia Perwakilan Bengkulu sempat mengunjungi lokasi pada Minggu (25/5) untuk melihat langsung potensi agrowisata tersebut.

“Sudah empat tahun kami kelola, dan dua tahun terakhir ini buahnya sudah bisa dipanen secara rutin. Ini adalah musim produksi kedua kami,” ujar Subandri di sela kunjungan.

Tidak sekadar kebun produksi, lokasi ini juga dikembangkan sebagai tempat wisata edukatif. Pengunjung dapat merasakan sensasi memetik jeruk langsung dari pohonnya. Cukup membayar tiket masuk Rp15.000, mereka dapat menikmati buah sepuasnya di area kebun. Bila ingin membawa pulang, jeruk ditimbang dan dikenakan biaya Rp15.000 per kilogram.

“Konsep ini kami bangun agar masyarakat bisa lebih dekat dengan alam dan tahu asal-usul produk yang mereka konsumsi. Ini bukan hanya wisata, tapi juga edukasi,” kata Subandri.

Kunjungan harian berkisar 10–20 orang, namun saat akhir pekan dan libur nasional bisa melonjak hingga 150 pengunjung. Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong memberikan dukungan positif, meskipun masih terdapat kendala infrastruktur jalan menuju lokasi yang belum memadai.

“Kami berharap jalan menuju lokasi bisa segera diaspal agar akses pengunjung lebih mudah,” tambahnya.

Selain menjadi tujuan wisata, kebun ini juga berkontribusi terhadap perekonomian lokal. Para pedagang mengambil hasil panen dalam jumlah besar untuk dipasarkan kembali di pasar tradisional maupun di pinggir jalan.

Dengan menggabungkan unsur wisata, edukasi, dan pertanian produktif, kebun jeruk Gerga menjadi contoh nyata pengembangan sektor agrikultur yang inovatif dan berkelanjutan di Rejang Lebong.(Iwan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *