Alaku
Alaku
Daerah  

BI Bengkulu Dorong UMKM Naik Kelas, Akses Pembiayaan hingga Rp1,2 Triliun Jadi Sorotan

Cloud Hosting Indonesia

Bengkulu, – Bank Indonesia (BI) Perwakilan Provinsi Bengkulu terus mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) naik kelas melalui penguatan literasi keuangan, digitalisasi usaha, serta perluasan akses pembiayaan perbankan.

Upaya tersebut dilakukan melalui kegiatan talkshow yang mempertemukan pelaku UMKM dan perbankan untuk membahas strategi pengembangan usaha, tata kelola keuangan, hingga peluang mendapatkan modal guna memperbesar skala bisnis.

Manajer Humas BI Perwakilan Provinsi Bengkulu, Tulus, mengatakan pengelolaan keuangan yang tertib menjadi salah satu kunci penting bagi UMKM untuk berkembang sekaligus meningkatkan kepercayaan perbankan.

Menurutnya, pencatatan transaksi dan penyusunan laporan keuangan yang baik membantu pelaku usaha mengetahui kondisi bisnis secara terukur. Data tersebut juga menjadi bahan pertimbangan bank dalam menilai kelayakan usaha dan kemampuan calon debitur membayar kredit.

Untuk mendukung digitalisasi, BI Bengkulu mendorong pemanfaatan Sistem Informasi Aplikasi Pencatatan Informasi Keuangan (SIAPIK). Aplikasi ini membantu pelaku UMKM mencatat transaksi dan menyusun laporan keuangan secara lebih terstruktur.

BI juga bekerja sama dengan Universitas Bengkulu dalam pendataan UMKM guna memperoleh gambaran kondisi usaha sekaligus mendorong kesiapan pelaku usaha mengakses pembiayaan formal.

BI Ingatkan UMKM Waspadai Pinjaman Berbiaya Tinggi

Tulus turut mengingatkan pelaku UMKM agar selektif memilih sumber pembiayaan, terutama layanan pinjaman daring. Bunga dan biaya yang tinggi berpotensi membebani keuangan apabila tidak disesuaikan dengan kemampuan membayar.

Karena itu, pelaku usaha perlu memeriksa legalitas penyedia pinjaman dan menghitung kemampuan pembayaran sebelum mengambil keputusan pembiayaan.

Sementara itu, perwakilan Bank Sinarmas, Radil, menjelaskan bahwa penyaluran pembiayaan UMKM di Bengkulu menyasar sektor perkebunan dan perdagangan, termasuk petani kelapa sawit serta pedagang di Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu Selatan, dan Bengkulu Utara, khususnya kawasan Ketahun.

Radil menyebutkan, penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) Bank Sinarmas di Bengkulu mencapai sekitar Rp1,2 triliun, dengan rata-rata penyaluran sekitar Rp16 miliar per bulan.

Selain KUR, bank tersebut juga menyediakan fasilitas kredit usaha dengan plafon yang disesuaikan berdasarkan skala bisnis dan kebutuhan nasabah. Untuk kategori usaha kecil, plafon yang disebutkan berkisar Rp101 juta hingga Rp500 juta.

Ia menjelaskan, calon debitur pada prinsipnya perlu memiliki usaha yang jelas dan telah berjalan sekurang-kurangnya dua tahun. Namun, persetujuan kredit tetap bergantung pada hasil penilaian bank terhadap kelayakan usaha dan kemampuan pembayaran.

Kolaborasi BI, perbankan, perguruan tinggi, dan pelaku UMKM diharapkan mampu memperluas akses modal, meningkatkan profesionalisme pengelolaan usaha, serta memperkuat daya saing UMKM sebagai penggerak ekonomi daerah.

Dengan pencatatan keuangan yang baik dan akses pembiayaan yang tepat, UMKM Bengkulu diharapkan mampu meningkatkan produksi, memperluas pasar, dan menciptakan lapangan kerja baru.(Raffa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *