Alaku
Alaku
Alaku

BS Rakor Penurunan Stunting Bersama BKKBN Pusat

Cloud Hosting Indonesia

Bengkulu Selatan, – Persoalan stunting penting untuk diselesaikan. Karena berpotensi mengganggu potensi Sumber Daya Manusia(SDM) dan berhubungan dengan tingkat kesehatan, bahkan kematian anak, untuk itu Kabupaten Bengkulu Selatan Rapat Koordinasi(Rakor) penurunan angka Stunting bersama Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional Republik Indonesia yang dilakukan di balai Sekundang.

Bupati Bengkulu Selatan Gusnan Mulyadi,SE.MM menyampaikan dalam pencegahan Stunting ada beberapa poin yang harus diperhatikan seperti merperhatikan nutrisi sejak dalam Kandungan,memperhatikan gizi 1000 hari pertama anak,peran orang tua,memberikan ASI eksklusif dan imunisasi,lakukan Pemeriksaan Rutin,serta memperhatikan akses sanitasi dan kebersihan lingkungan.

“Untuk itu kami meminta saran serta bantuan untuk pengentasan Stunting,apapun yang menjadi kegiatan kependudukan yang dilakukan oleh BKKBN bisa dibawa ke Bengkulu Selatan dan kami siap menjadi laboratoriumnya kegiatan dari BKKBN Republik Indonesia,selain itu kami juga berharap seluruh OPD harus bersinergi,untuk melakukan penurunan Stunting,karena kegiatan penurunan Stunting tidak bisa dilakukan oleh OPD teknis saja,semua lini harus mampu bergerak mewujudkan penurunan Stunting tersebut,”ungkap Bupati Gusnan di pendopo Rumah Dinasnya Senin(19/6).

Mengapa penting sekali untuk menurunkan angka stunting karena Stunting dalam jangka panjang berdampak sangat buruk tidak hanya terhadap tumbuh kembang anak tetapi juga terhadap perkembangan emosi yang berakibat pada kerugian ekonomi,untuk itu Pemerintah harus bisa melakukan penurunan serta menghapuskan angka Stunting.

Adapun yang disampaikan oleh ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting(TPPS) Rosjonsyah bahwa saat ini Provinsi Bengkulu sudah dibawah rata2 nasional,artinya ada tindak lanjut yang dilakukan mulai dari Provinsi,Kota dan kabupaten dalam penurunan Stunting,walaupun saat ini dalam pencegahan untuk penurunan angka Stunting ada lima kabupaten ada yang naik tetapi ada juga lima kabupaten kota yang turun.

“Untuk itu kita berharap tahun 2024 bisa turun menjadi 12 persen di Provinsi Bengkulu ,dengan penanggulangan ataupun percepatan yang dilakukan sampai masuk ke Desa – Desa dalam pencegahan stunting dengan memberikan wawasan kepada masyarakat terkait pencegahan Stunting,apa yang harus dilakukan dalam pencegahannya,”ungkap Rosjonsyah pada Radar Informasi News.Com.

Dalam penurunan angka Stnting,Pemerintah Kabupaten,Kota bisa dilakukan kerjasama dengan pihak lainnya seperti pada kegiatan Kementrian Agama melihat jumlah masyarakat yang menikah muda,.sehingga bisa melihat kondisi kesehatan dalam pencegahan terkait pernikahan dini dan kesiapan wanita menjadi seorang ibu.

Begitu juga yang disampaikan oleh Kepala BKKBN RI dr.Hasto Wardoyo,SpOg menyampaikan mengapresiasi percepatan penanganan Stunting kepada Provinsi Bengkulu yang ada di Kabupaten,tetapi ada yang harus menjadi perhatian dari apa yang disampaikan oleh Presiden karena tahun 2035 populasi yang tua akan meningkat hal ini yang menjadi penyebab angka kemiskinan meningkat.

“Karena kebanyakan masyarakat yang tidak produktif terdapat pada janda2 tua,hal ini sangat ini sulit menjadikan mereka menjadi masyarakat yang produktif untuk itu kita harus berusaha untuk menurunkan angka kemiskinan tersebut,”harap Hasto.

Untuk itu diharapkan pada tahun 2035 nantinya masyarakat yang saat ini masih ptoduktif harus menjadi kaya,walaupun hidup dalam keadaan yang lama tetapi masih mrmpunyai penghasilan yang sama sehingga perkonomian akan tetap sama karena pada tahun tersebut masyarakat produktif akan semakin sedikit dengan kebutuhan tetap sama

Untuk itu diharap diumur 50 tahun harus bisa menjadi kaya ataupun berpenghasilan ,karena dari tahun produktif dari 25 tahun sudah diberikan 25 tahun selanjutnya untuk berkarya untuk mencari ataupun kesusksesan mendapatkan penghasilan pasif bukan aktif,sehingga walaupun nanti sudah tidak produktif tetapi tetap mempnyai penghasilan sehingga angka kemiskinan tidak bertambah.

Dari apa yang dilakukan tersebut,semoga angga penurunan angka Stunting bisa menurun,karena timbulnya Stunting salah satu faktornya yaitu ekonomi bagaimana mau mendapatkan kehidupan yang layak kalau tidak mempunyai penghasilan pasif untuk menjalani ,kalau hal itu tidak tercapai bisa dipastikan kemampuan ekonomi masyarakat tersebut rendah.

“Untuk menciptakan pemimpin masa depan bangsa kita yang sehat,kuat dan cerdas syarat generasi yang produktif penentu bonus demografi.Karena dampak yang ditimbukan oleh Stunting,terganggu perkembangan otak,kecerdasan berkurang,tidak mampu melakukan keguatan dasar sebagai anak,yang disebabkan asi tidak sesuai kebutuhan,pola asuh tidak baik ,intinya sesuai pesan yang disampaikan Presiden pengolahan Stunting ada di keluarga itu sendiri,” pungkas Hasto.(Iwan/Adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *