Bengkulu – Menyikapi musibah bencana alam banjir bandang yang melanda Desa Rindu Hati akibat luapan air sungai dan menyebabkan jembatan putus. Serta beberapa daerah desa lainnya seperti Desa Ujung Karang terendam banjir hingga sampai menutupi pintu rumah warga. Gubernur Bengkulu Dr H. Rohidin Mersyah didampingi Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Bengkulu Jaduliwan dan Plt Bupati Benteng Heryandi Roni. Gubernur Rohidin berpesan agar segera membentuk posko, “Pertama kita semua menyatakan situasi bencana. Kondisinya agak ribut, agak panik ya beginilah namanya bencana, datangnya sekejap dan tiba-tiba. Kalau teratur bukan bencana namanya. Pesan saya yang pertama, ini Bupatinya ada Kepala BPBD nya ada. Yang pertama segera bangun posko untuk umum dalam bentuk dapur umum. Di dapur umum itu sekaligus terintegrasi kesehatan. Karena saya lihat di desa ini memang perlu penanganan terpadu untuk pengungsian masyarakat. Maka sekali lagi nanti BPBD Provinsi, Dinsos Provinsi gabung dengan OPD Benteng menentukan lokasi titik yang paling tepat dimana poskonya,” ungkap Gubernur Rohidin saat turun ke Desa Ujung Karang, Senin (23/1).

Kemudian Gubernur Bengkulu itu juga minta pihak dinas kesehatan agar menyiapkan obat-obatan itu yang penting. Kemudian yang kedua pendataan, kondisi masyarakat yang betul-betul terdampak dan butuh perhatian. “Yang ketiga tadi saya sampaikan pada Pak Bupati. Untuk melihat infrastruktur yang dimungkinkan rusak akibat bencana, mungkin jalan atau jembatan putus. Tolong dipastikan hari ini atau malam kita lakukan survey menyeluruh untuk dilakukan perbaikan. Yang ketiga masyarakat pesan saya dalam situasi kondisi seperti saat ini, jangan berhenti untuk tetap menjaga keamanan rumah kita masing-masing tetap dipantau dengan pengawasan bersama babinsa, babin kamtibmas. Karena jangan sampai dikondisi bencana seperti ini terjadi masalah kriminal, ini juga penting. Pak Kades kumpulkan anak muda di desa kita untuk melakukan pengamanan bila perlu dibuat sistem ronda. Kemudian jangan saling salahkan kalau agak terlambat-terlambat sedikit itu biasa. Pak Kades jangan panik, kadang-kadang warga macam-macam komentarnya. Tetaplah bekerja dengan fokus jangan saling menyalahkan, tetap sabar tolong kedepankan betul sikap bijak jangan mudah emosi, tidak ada orang yang tidak mau menolong orang lain kalau bisa, setiap orang akan membantu orang lainnya. Kalau ada yang emergency segera bawa kerumah sakit berobat, segera tangani gak usah tanya BPJS BPJS, semua masyarakat Bengkulu sudah tercover BPJS. Kemudian saya bersama Pak Bupati kami akan melihat DAS nya (Daerah Aliran Sungai) apa yang jadi penyebabnya hingga banjir di Kabupaten Benteng dan Kota Bengkulu untuk nanti kita cari penanganan secara komprehensif,” pungkas Gubernur Rohidin. (Novi)















