Alaku
Alaku
Alaku

Dempo Ketua Komisi I Apresiasi Kunjungan Spesifik Komisi IV DPR RI Soal Taman Buru

Ketua Komisi I DPRD Provinsi Bengkulu Dempo Xler S.IP, M.AP, Kamis (2/2). Foto - Iwan Radar Informasi News.Com
Cloud Hosting Indonesia

Bengkulu – Ketua Komisi I DPRD Provinsi Bengkulu Dempo Xler S.Ip, M.AP menegaskan, dia mengapresiasi kedatangan rombongan Komisi IV dalam rangka kunjungan spesifik yang meninjau langsung taman buru Semidang Bukit Kabu Kabupaten Bengkulu Tengah (Benteng), “Saya apresiasi dan bersyukur sekali. Akhirnya pemerintah pusat memperhatikan itu. Karena perjuangan lokasi taman buru ini, sudah dilakukan sejak saya masih SMA dulu. Karena memang Taman Buru ini,sejarah fakta empiris mengatakan, lokasi tersebut adalah tanah marga. Tanah marga Semidang Bukit Kabu, yang sudah ada sebelum Indonesia Merdeka. Kan lucu, kalau kampung halaman saya, makam leluhur saya ada di Taman Buru kan gak masuk akal,” ungkap Dempo Xler saat diwawancarai sedang berada diteras sekretariat DPRD Provinsi Bengkulu, Kamis (2/2).
Pihaknya lanjut politisi muda PAN tersebut, mereka sudah berjuang sejak dia masih SMA, hingga kuliah dan sekarang dia duduk di DPRD Provinsi. Dia sudah membuat berkirim secara resmi fakta-fakta historis dan tertulis ditandatangani semua desa, “Dulu itu ada dua Desa, Desa Karang Nanding dan Desa Kota Niur. Karang Nanding masuk Kecamatan Talang Empat, sedangkan Kota Niur masuk Kecamatan Taba Penanjung. Sekarang keduanya masuk dalam Kecamatan Semidang Lagan. Sekarang Talang Terutu menjadi ada Desa Kota Niur, Desa Padang Siring, Desa Kali Ungu, Desa Semidang, Desa Karang Nanding. Ini yang sekarang masuk menjadi lokasi Taman Buru. Secara fakta lapangan lokasi itu memang bukan hutan, disana memang ada kebun leluhur kami dulu yang dihuni, ada kampung halaman dan kampung tua, kampung marga jaman dulu. Bahkan jauh sebelum Indonesia merdeka, disitu sudah ada kampung, sejak jaman Kerajaan Sriwijaya disitu sudah ada kampung. Lucu kalau sekarang dijadikan Taman Buru, maka saya meminta betul agar pemerintah pusat mendengarkan ini. Karena saya tidak mau, anak cucu kami nanti, sejarah makam leluhurnya ditengah hutan,” tegas Dempo.
Adapun luasan lahan yang masuk Taman Buru, hampir semua kawasan Desa Kota Niur masuk Taman Buru. Padahal faktanya disana sudah ada sekolah, “Desa sudah ada. Artinya pemerintahan desa sudah berjalan. Bahkan lucunya kok tambang bisa ada? KRU itu tambang Open Bit gak Under Ground. Dalam hal ini, saya tidak melihat apa dampak lainnya akan tetapi kita mohon betul, ini tanah leluhur kami yang harus dikembalikan pada rakyat,” pungkas Dempo. (iwan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *