Bengkulu, – Keluarga Besar Mahasiswa (KBM) Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Bengkulu (Unib) sukses menyelenggarakan Pemilihan Umum Raya (Pemira) dengan menggunakan sistem e-voting, sebuah inovasi berbasis internet yang mempermudah partisipasi mahasiswa.
Pemilihan ini dapat menjadi contoh dalam penyelenggaraan Pemilihan Umum yang baru usai serta Pemilukada yang sebentar lagi dimulai. Dempo beranggapan, inovasi yang dipertontonkan KBM UNIB, dapat menjadi contoh pihak penyelenggara seperti KPU, Agar dapat diterapkan dalam Pemilukada mendatang.
“Ini sebuah inovasi yang sangat bagus, saya menilai ini dapat diterapkan oleh KPU dalam Pemilukada, sehingga Bengkulu menjadi contoh untuk daerah lainnya,” sampai Komisi I DPRD Provinsi Bengkulu, Dempo Xler, Si.IP, M.AP., Senin (26/2).

Dempo menggambarkan, apabila Pemilukada dapat terselenggara dengan konsep e – Voting tentu akan sangat menghemat waktu maupun biaya dalam penyelenggaraan.
Sehingga, dengan sistem e – Voting Secara tidak langsung dapat mendorong, penyelenggaraan Pemilukada yang transparan serta Jujur dan Adil (Jurdil).
Serta, tidak akan lagi ditemui hasil pemilu yang lambat, dengan memakan waktu hingga berminggu-minggu lamanya.
“Pemilukada kalau bisa seperti itu, maka akan menghemat waktu dan biaya, serta sangat transparan dan jurdil,” ungkap Dempo.
Dempo sangat apresiasi tinggi, atas inovasi yang terjadi pada kampus tempat ia menuntut ilmu dan sebagai informasi Dempo merupakan Mantan Presma KBM UNIB saat itu.
Tambah Dempo, memberikan penghargaan atas kreativitas dan dedikasi KBM BEM Unib dalam mengadopsi teknologi e-voting untuk meningkatkan efisiensi dan transparansi pemilihan.
“Penggunaan e-voting menunjukkan langkah maju dalam demokrasi mahasiswa, dan saya memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada KBM BEM Unib yang telah sukses menggelar Pemira dengan sistem ini,” ujar Dempo.
Dempo mengungkapkan penerapan e-voting memungkinkan mahasiswa Unib untuk memberikan suara mereka dengan mudah melalui platform online, meningkatkan partisipasi dan merampingkan proses pemilihan.
Selain itu, keamanan dan integritas suara juga menjadi prioritas utama dalam implementasi sistem ini.
“Ini sebuah inovasi yang saya namai Smart Skill, yang memang sangat inovatif,” ungkap Dempo.(Iwan)















