Bengkulu, – Penjabat Sekretaris Daerah Kota Bengkulu, Eko Agusrianto, menghadiri acara Diseminasi Audit Kasus Stunting (AKS) Tahap II tingkat Kota Bengkulu yang digelar di Aula DP3A2KB pada Jumat (15/11/2024). Acara ini menjadi momentum untuk menguatkan komitmen bersama dalam menekan angka stunting di Kota Bengkulu.
Dalam sambutannya, Eko Agusrianto menekankan pentingnya peran keluarga dalam pembangunan berkelanjutan. “Keluarga adalah pilar utama. Nilai-nilai agama, kemanusiaan, kebangsaan, keadilan sosial, dan moral harus diterapkan secara praktis untuk menciptakan generasi yang cerdas dan produktif,” ujar Eko.
Berdasarkan data Status Gizi Indonesia (SSGI), angka prevalensi stunting di Kota Bengkulu menunjukkan penurunan signifikan. Pada 2021, angka stunting tercatat sebesar 22,2%, menurun menjadi 12,9% pada 2022, dan turun lagi menjadi 6,7% pada 2023. Kota Bengkulu menargetkan prevalensi stunting sebesar 0% pada 2025, sesuai dengan visi pembangunan kesehatan nasional.
Acara ini turut dihadiri oleh Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, Zamhari; Kepala Dinas P3AP2KB, Dewi Dharma; Koordinator Satgas Stunting Provinsi, Yusran Fauzi; serta camat dan lurah se-Kota Bengkulu.
Audit Kasus Stunting Tahap II ini menjadi sarana untuk mengevaluasi langkah-langkah strategis dalam penanganan kasus stunting di lapangan. Pendekatan terpadu melalui kolaborasi lintas sektor, edukasi kepada masyarakat, dan pendampingan keluarga menjadi kunci utama dalam mencapai target.
Melalui kegiatan ini, Kota Bengkulu terus menunjukkan komitmennya dalam mengatasi stunting secara berkelanjutan, menjadikan kesehatan masyarakat sebagai prioritas utama. Strategi yang terencana dan kolaboratif diharapkan mampu menciptakan generasi bebas stunting dan memperkuat kualitas sumber daya manusia di Kota Bengkulu.(Iwan)















