Bengkulu – Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB)
Provinsi Bengkulu menggelar Sosialisasi Pembentukan Kepribadian Dan Beauty Class dalam rangka peningkatan sumber daya lembaga penyedia layanan pemberdayaan perempuan.

Kegiatan sosialisasi ini dibuka langsung oleh Kepala DP3AP2KB Hj. Forita Ramadhani Wati, M.Si., yang dikuti oleh lembaga/organisasi perempuan diantaranya Aisyah, Muslimat, Fatayat dan Salimah.
Hadir dalam acara ini Wakil Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Bengkulu Sefty Yuslinah, S.Sos., M.AP., General Manager PT. Amanie Internasional Atika Apriliani, S.E., yang juga merupakan nara sumber dalam kegiatan ini.
Kepala DP3AP2KB Hj. Forita Ramadhani Wati, M.Si., mengungkapkan kegiatan hari ini merupakan meningkatkan pemberdayaan perempuan. “Kegiatan ini diikuti oleh lembaga/organisasi perempuan dalam rangka meningkatkan kepribadian perempuan dalam membentuk pribadi perempuan sebagai ibu, sebagai istri dan sebagai bagian dari anggota masyarakat.” ungkap Forita Ramadhani Wati dalam kegiatan sosialisasi, Kamis (24/11).
“Dalam kegiatan yang kita adakan ini juga memberikan pembekalan berupa pelatihan seperti pelatihan tata rias dan kerajinan tangan.” tambahnya.
Lebih lanjut dikatakan oleh Forita Ramadhani Wati, dalam dua tahun terakhir ini capaian Indeks Pembangunan Gender di Provinsi Bengkulu di atas angka nasional. “Dengan capaian ini merupakan gambaran dimana indikator perermpuan di Provinsi Bengkulu setiap tahun meningkat.” lanjutnya.
Sementara itu dituturkan oleh Wakil Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Bengkulu Sefty Yuslinah, S.Sos., M.AP., kegiatan sosialisasi pembentukan kepribadian hari ini yang juga ada pelatihan tata rias diharapkan dapat menambah ilmu dan wawasan bagi peserta. “Kepribadian itu sudah ada di agama, misal bagaimana menjawab salam, senyum, sopan, santun, apalagi untuk kaum perempuan yang berperan sebagai istri setelah menikah, ibu bagi anak-anak dan peran serta di lingkungan masyarakat.” tuturnya.
“Perempuan itu harus memiliki kepribadian yang baik. Untuk menjadi pribadi yang baik harus belajar, tidak bisa tidak, misal dalam hal etika/adab terhadap mertua. Diharapkan kepada para peserta dapat menyampaikan apa yang telah di dapat dalam kegiata hari ini kepada lingkungan sekitarnya.” pungkas Sefty Yuslinah.(HKS)
Penulis : Hasnul Kasdi – Editor : Dian Marfani















