Bengkulu, – Anggota DPRD provinsi Bengkulu, H. Edison Simbolon menyayangkan kasus 42 siswa yang tak masuk dapodik di salah satu sekolah ternama hingga kasus ini muncul k publik.
Berbagai respon masyarakat hingga kecurigaan ada indikasi KKN, membuat DPRD akhirnya membentuk tim untuk mencari fakta sebenarnya, demi tegaknya rasa keadilan bagi sekolah maupun keluarga siswa.
“Ya siapalah yang tak sedih, baju sudah dijahit, sudah sempat belajar, namun harus keluar dari sekolah tersebut. maka untuk memenuhi rasa keadilan, kita bentuk tim, tim ini terdiri dari unsur DPRD, diknas dan sekolah,” kata edison
Disisi lain saat di konfirmasi, kepala sekolah sma5, Dr. Bihanudin, menyampaikan permohonan maaf atas kekeliruan ini.
“Ini diluar kendali saya, pada saat itu saya sedang cuti karena sakit. Namun memang sudah tak ada pilihan, anak-anak yang tak masuk dapodik memang tak bisa dipaksakan tetap bersekolah di SMAN 5,” kata Bihanudin.
Sementara itu dari pihak orang tua mengaku kecewa dengan keputusan tetap harus dikeluarkan dari sekolah, mereka berharap ada kebijakan pemerintah untuk tetap mempertahankan mengingat psikologis anak-anak yang harus berpindah ke sekolah padahal sudah melakukan penyesuaian dengan sekolah dan teman-teman lainnya.(Nasti)















