Bengkulu – Provinsi Bengkulu merupakan daerah yang rawan akan bencana alam salah satunya adalah gempa bumi, ancaman gempa bumi berpusat di laut atau tektonik dan juga di darat dikarenakan wilayah Bengkulu mempunyai zona subduksi dengan segmen Mentawai dan segmen Enggano sedangkan di darat kita mempunyai sesar Sumatra yaitu segmen dikit, segmen Ketahun, segmen Musi, segmen Manna, dan segmen Komering Utara.
Dikatakan oleh Kepala Stasiun Geofisika Kepahiang Bengkulu Anton Sugiharto, S.Kom , untuk gempa Cianjur yang terjadi kemarin (21/11-red) secara umum tidak ada pengaruh untuk Bengkulu. “Untuk keterkaitan gempa Cianjur tidak berpengaruh terhadap gempa-gempa yang terjadi di Bengkulu.” kata Anton Sugiharto, Selasa (22/11).
Lebih lanjut dijelaskan Anton Sugiharto, gempa bumi yng berpusat di segmen Enggano merupakan akibat dari pergerakan lempeng Zona Subduksi antara lempeng Indo-Australia dan Lempeng Eurasia. “Potensi gempa untuk segmen Enggano adalah 8,4 magnitudo dan segmen Mentawai adalah 8,9 magnitudo, namun ini adalah potensi kekuatan maksimal hasil kajian gempa bumi (pusgen).” jelasnya.
“Jadi potensi itu ada namun kapan waktunya kita tidak tahu, semoga dengan gempa-gempa yang kecil ini dapat melepaskan eneginya dan tidak menjadi besar.” tambahnya.
“Dihimbau kepada masyarakat agar tetap tenang dan waspada dan selalu mengedukasi diri untuk meningkatkan mitigasi mandiri dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggung jawabkan kebenarannya.”pungkas Anton Sugiharto.(HKS)
Penulis : Hasnul Kasdi – Editor : Dian Marfani















