Bengkulu – Para petani menggunakan irigasi untuk membantu meningkatkan produksi hasil pertanian sehingga dengan adanya irigasi, lahan tidak lagi mengandalkan hujan yang datangnya sering tidak menentu.
“Irigasi merupakan penyediaan, pengambilan, pembagian, pemberian dan pengaliran air yang menggunakan sistem berupa saluran dan bangunan tertentu. Hal ini dimaksudkan untuk menunjang produksi pertanian, persawahan, dan perikanan.” ungkap Helmi Yuliandri, S.P., M.T., Kepala Bidang (Kabid) Prasarana & Sarana Pertanian (PSP), Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (TPHP) Provinsi Bengkulu, Senin (26/9).
Di samping itu, tambah Kabid PSP Helmi Yuliandri, setiap irigasi membutuhkan cara dan strategi pengelolaan yang spesifik. Pasalnya, masing-masing irigasi memiliki jenis yang berbeda-beda. Hal ini disesuaikan dengan tempat atau lokasi. Selain itu, jenis tanaman yang dibudidayakan juga menentukan teknik irigasi yang akan digunakan.
“Masing-masing irigasi memiliki jenis yang berbeda-beda, hal ini disesuaikan dengan tempat atau lokasi. Selain itu, jenis tanaman yang dibudidayakan juga menentukan teknik irigasi yang akan digunakan.” tambahnya.
Secara umum, dikatakan Helmi Yuliandri para petani menggunakan irigasi untuk membantu meningkatkan produksi hasil pertanian. Sehingga dengan adanya irigasi, lahan tidak lagi mengandalkan hujan yang datangnya sering tidak menentu.
“Fungsi serta manfaat dari adanya irigasi, di antaranya adalah untuk memenuhi kebutuhan air, dapat membersihkan tanah dam hama yang seringkali membahayakan bagi tanaman, dapat memberikan zat-zat yang berguna bagi tumbuhan, menjaga keseimbangan suhu agar tanaman tumbuh dengan baik, serta menambah persediaan air tanah untuk keperluan sehari-hari.” demikian tandas Helmi Yuliandri.(HKS/Adv)
Penulis : Hasnul Kasdi – Editor : Dian Marfani















