Bengkulu, – Menjelang hitungan jam pergantian tahun 2025 menuju 2026, suasana Kota Bengkulu mulai dipadati aktivitas masyarakat. Sejak sore hingga malam hari, arus lalu lintas di sejumlah ruas jalan utama terpantau ramai bahkan mengalami kemacetan cukup parah. Kondisi ini terjadi seiring meningkatnya mobilitas warga yang hendak merayakan malam tahun baru di berbagai titik keramaian.
Beberapa ruas jalan yang mengalami kepadatan di antaranya Jalan S. Parman kawasan Tanah Patah, Kebun Tebeng, serta Jalan Suprapto. Kendaraan roda dua dan roda empat tampak mengular, menyebabkan laju kendaraan melambat. Kemacetan diperparah oleh banyaknya warga yang berhenti di pinggir jalan untuk membeli makanan, perlengkapan pesta, maupun sekadar berkumpul bersama keluarga dan teman.
Situasi semakin menantang ketika cuaca mulai berubah. Hujan dengan intensitas sedang hingga deras turun sejak sore hari dan disertai angin kencang. Kondisi cuaca ini tidak hanya mengganggu kelancaran lalu lintas, tetapi juga berdampak pada aktivitas para pedagang kaki lima yang memanfaatkan momen pergantian tahun untuk berjualan.
Dari pantauan jurnalis di lapangan, kencangnya tiupan angin sempat merobohkan beberapa tenda pedagang. Salah satu lokasi yang terdampak berada di depan SMP Negeri 2 Kota Bengkulu. Beberapa pedagang terlihat berusaha menyelamatkan barang dagangan mereka agar tidak rusak akibat hujan dan angin. Beruntung, tidak ada laporan korban luka dalam peristiwa tersebut.
Aparat kepolisian dan petugas terkait tampak berjaga di sejumlah titik rawan kemacetan untuk mengatur arus lalu lintas dan memastikan keamanan masyarakat. Warga diimbau untuk tetap waspada terhadap kondisi cuaca ekstrem serta mematuhi arahan petugas demi keselamatan bersama.
Meski diguyur hujan dan diterpa angin kencang, antusiasme masyarakat Bengkulu menyambut datangnya tahun 2026 tetap terasa. Suasana malam pergantian tahun pun berlangsung meriah, namun tetap diwarnai kewaspadaan terhadap cuaca dan kepadatan lalu lintas.(Iwan)















