Bengkulu – Menjelang penutupan tahun 2025, harga kebutuhan pokok di Kota Bengkulu menunjukkan tren yang tidak biasa. Jika pada umumnya harga cabai merah melonjak tajam setiap akhir tahun akibat meningkatnya permintaan, kali ini justru terjadi penurunan signifikan. Sejak Senin, 29 Desember 2025, harga cabai merah di sejumlah pasar tradisional Bengkulu terpantau turun drastis.
Berdasarkan pantauan di Pasar Panorama Kota Bengkulu, harga cabai merah yang sebelumnya berada di kisaran Rp60 ribu per kilogram kini turun menjadi Rp45 ribu per kilogram. Bahkan, di beberapa lapak pedagang, cabai merah dijual dengan harga lebih rendah, yakni sekitar Rp40 ribu per kilogram. Penurunan ini cukup mengejutkan, mengingat momen akhir tahun biasanya identik dengan kenaikan harga bahan pangan.
Salah seorang pedagang cabai di Pasar Panorama mengatakan, turunnya harga cabai merah disebabkan oleh melimpahnya pasokan yang masuk ke Bengkulu dalam beberapa hari terakhir. Cabai yang berasal dari sejumlah daerah sentra produksi terus berdatangan sehingga stok di pasar menjadi berlimpah. Kondisi ini membuat pedagang mau tidak mau menurunkan harga agar dagangan cepat terjual dan tidak rusak.
“Biasanya kalau mau tahun baru harga naik, tapi sekarang malah turun. Cabai banyak masuk, jadi harganya ikut turun,” ujar seorang pedagang.
Selain faktor pasokan, cuaca yang relatif stabil di sejumlah daerah penghasil cabai juga turut mendukung kelancaran distribusi. Hal ini membuat pasokan cabai merah tetap terjaga dan tidak mengalami hambatan berarti. Di sisi lain, daya beli masyarakat yang cenderung stabil juga menjadi salah satu faktor yang memengaruhi harga di pasaran.
Penurunan harga cabai merah ini disambut baik oleh masyarakat, terutama ibu rumah tangga. Mereka merasa terbantu karena dapat memenuhi kebutuhan dapur dengan biaya lebih terjangkau di tengah persiapan menyambut Tahun Baru 2026.
Meski demikian, pedagang berharap harga tetap stabil dan tidak terus menurun terlalu jauh. Pasalnya, harga yang terlalu rendah dapat berdampak pada keuntungan pedagang dan petani. Pemerintah daerah pun diharapkan terus memantau perkembangan harga dan pasokan bahan pokok agar kondisi pasar tetap seimbang.(Iwan)















