Curup, – Keren, Langkah progresif dan tidak lazim dilakukan oleh Bupati Rejang Lebong, H. Muhammad Fikri dengan menyulap rumah dinasnya menjadi arena bermain ramah anak. Rumah dinas yang selama ini identik sebagai pusat kegiatan kedinasan dan agenda protokoler, kini dibuka untuk kepentingan publik, khususnya anak-anak.
Perubahan fungsi tersebut terlihat jelas dari pemanfaatan halaman dan areal rumah dinas yang kini dipenuhi berbagai fasilitas permainan anak. Mulai dari playground, taman kelinci hingga ruang terbuka yang dirancang aman dan nyaman. Area tersebut sengaja disiapkan sebagai ruang bermain sekaligus ruang interaksi sosial bagi anak-anak dari berbagai latar belakang.

Fikri menegaskan, kebijakan tersebut berangkat dari kepedulian Pemkab Rejang Lebong terhadap minimnya ruang bermain anak yang layak di wilayah perkotaan. Menurutnya, anak-anak membutuhkan ruang yang aman untuk bermain, belajar bersosialisasi, serta mengembangkan kreativitas, tanpa harus selalu bergantung pada gadget.
“Rumah dinas bukan sekadar simbol jabatan. Ini adalah aset negara yang dibiayai oleh rakyat. Sudah seharusnya rumah dinas memberi manfaat langsung kepada masyarakat, terutama anak-anak sebagai generasi penerus,” tegas Fikri saat disela-sela peresmian taman bermain anak pada Jumat (9/1).
Ia menjelaskan, pembukaan rumah dinas sebagai arena bermain anak juga menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam mendukung program Kabupaten Layak Anak. Pemerintah ingin memastikan bahwa hak-hak anak, termasuk hak untuk bermain dan tumbuh di lingkungan yang sehat, benar-benar terpenuhi.
Selain menyediakan fasilitas permainan, pemerintah daerah juga memastikan aspek keamanan dan pengawasan. Anak-anak yang bermain di area tersebut tetap berada di bawah pengawasan orang tua dan petugas yang ditunjuk.
“Pengelolaan kebersihan dan keamanan tentu menjadi perhatian kita agar fasilitas tersebut dapat digunakan secara berkelanjutan. Ada beberapa personil Satpol PP yang disiapkan untuk menjaga dan mengawasi fasilitas ini,” tegas Fikri.
Fikri juga berharap kebijakan ini dapat menjadi inspirasi bagi instansi dan pejabat publik lainnya untuk lebih kreatif dan terbuka dalam memanfaatkan fasilitas negara. Rumah dinas, menurutnya, tidak harus selalu berjarak dengan rakyat, melainkan dapat menjadi ruang bersama yang hidup dan bermanfaat.
“Ke depan, pemerintah daerah berencana mengembangkan konsep tersebut dengan menghadirkan kegiatan edukatif, seperti dongeng anak, permainan tradisional, dan aktivitas kreatif lainnya. Dengan demikian, rumah dinas tidak hanya menjadi arena bermain, tetapi juga pusat pembelajaran dan interaksi sosial bagi anak-anak di Rejang Lebong,” tegasnya.
Kebijakan ini mendapat sambutan positif dari masyarakat. Sejumlah orang tua mengaku terbantu dengan adanya ruang bermain gratis yang aman dan mudah diakses. Mereka menilai langkah tersebut sebagai bentuk nyata kepemimpinan yang berpihak kepada rakyat, bukan sekadar wacana.
Ia menilai langkah ini sebagai inovasi sederhana namun berdampak sosial tinggi. Dengan membuka rumah dinas untuk kepentingan anak-anak, pemerintah daerah dinilai berhasil mendekatkan diri dengan kebutuhan riil masyarakat.
“Biasanya rumah dinas itu tertutup dan terkesan jauh dari masyarakat. Sekarang justru dibuka untuk anak-anak. Ini langkah yang patut diapresiasi,” ujar Ibrahim Sunarya, salah seorang warga yang mendampingi anaknya bermain di lokasi. (arie)















