Alaku
Alaku
Alaku
Daerah  

Kisah Bangkit Suryono Hadi Pranoto Pemilik K-Cunk Motor

Cloud Hosting Indonesia

Bengkulu, – Perjalanan hidup Bapak Suryono Hadi Pranoto, pemilik showroom otomotif K-Cunk Motor, menjadi kisah inspiratif tentang ketekunan, kejujuran, dan keyakinan yang tak pernah padam. Siapa sangka, pengusaha yang kini memiliki ribuan unit kendaraan ini tumbuh dari keluarga sederhana dengan keterbatasan ekonomi.

Suryono lahir dari keluarga pekerja keras. Ayahnya mencari nafkah sebagai tukang gali batu, sementara sang ibu membuat anyaman bambu demi mencukupi kebutuhan keluarga. Sejak usia muda, ia sudah terbiasa bekerja keras. Bahkan pada usia sekitar 20 tahun, ia pernah terlibat dalam pengiriman tenaga kerja ke Kalimantan dan Taiwan, pengalaman yang membentuk mental juangnya.

Namun, perjalanan usahanya tidak selalu berjalan mulus. Setelah mencoba berbagai usaha kecil—mulai dari berdagang durian, cengkeh, ikan, hingga motor bekas—Suryono mengalami kebangkrutan besar pada 2010. Tekanan ekonomi yang berat membuat istrinya kala itu kembali bekerja ke Taiwan, hingga akhirnya rumah tangga mereka harus berakhir.
Dalam kondisi terpuruk, Suryono memilih bangkit. Ia menyusul ke Taiwan dan bekerja di pabrik lem di Tainan. Dengan kerja keras dan bantuan teman-temannya, ia mampu melunasi seluruh utang dalam waktu 1 tahun 2 bulan, sekaligus mengumpulkan modal untuk memulai usaha kembali dari nol.
Sekembalinya ke Indonesia, Suryono memanfaatkan platform online seperti Berniaga dan TokoBagus untuk berjualan motor dan mobil. Dari satu unit ke unit lainnya, usahanya tumbuh pesat. Ia dikenal memegang teguh prinsip kejujuran dalam jual beli, menolak sistem DP sebelum pembeli melihat unit secara langsung, serta selalu mengutamakan hak konsumen.

Tak hanya sukses secara bisnis, Suryono juga mengalami perubahan spiritual. Sejak 2015, ia mulai berhijrah, konsisten menunaikan zakat, dan mendalami agama. Ia meyakini bahwa sedekah, kejujuran, dan tawakal kepada Allah menjadi kunci keberkahan usahanya.

Kini, K-Cunk Motor bukan sekadar showroom besar, melainkan simbol perjuangan hidup, keteguhan nilai, dan bukti bahwa kegagalan bukanlah akhir, melainkan awal dari kebangkitan.(Net/fb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *