Alaku
Alaku
Alaku
Daerah  

Kisah Inspiratif Jembatan Haji Endang: Dari Solusi Kreatif hingga Sumber Pendapatan Miliaran

Cloud Hosting Indonesia

Bengkulu, – Sebuah kisah inspiratif datang dari Karawang, Jawa Barat. Jembatan Haji Endang, yang menghubungkan Desa Anggadita (Kecamatan Klari) dan Desa Parungmulya (Kecamatan Ciampel), kini menjadi jalur vital yang dilalui lebih dari 10.000 kendaraan setiap hari. Uniknya, jembatan ini dibangun dari rangkaian 11 perahu ponton besi.

Tahun 2010, Muhammad Endang Junaedi, atau akrab disapa Haji Endang, menjawab permintaan warga untuk membuat akses penyeberangan yang layak. Sungai Citarum yang memisahkan dua desa selama ini menyulitkan aktivitas warga. Dengan dana pribadi senilai Rp 5 miliar—yang sebagian besar berasal dari pinjaman bank—Haji Endang membangun jembatan terapung yang kokoh dan aman dilalui kendaraan roda dua maupun empat.

Awalnya, jembatan ini dibangun menggunakan perahu kayu. Namun setelah karam pada 2014, seluruh struktur diganti dengan ponton besi yang lebih tahan lama. Keberanian dan komitmennya membuahkan hasil. Dengan tarif Rp 2.000 per kendaraan, jembatan ini mampu menghasilkan omzet harian mencapai Rp 25 juta.

Salah satu momen paling ikonik adalah ketika Haji Endang menghadiahkan istrinya sebuah mobil Pajero Sport seharga Rp 133 juta—dibeli sepenuhnya dari koin hasil jembatan selama empat bulan.

Kini, Jembatan Haji Endang bukan sekadar sarana transportasi, melainkan simbol kegigihan, inovasi, dan semangat pengabdian. Kisahnya menjadi bukti bahwa tekad kuat dan kepedulian sosial dapat melahirkan perubahan besar, bahkan dari hal yang sederhana.

Infrastruktur sederhana, dampak luar biasa—itulah warisan nyata Haji Endang untuk masyarakat Karawang.(Iwan/net)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *