Bengkulu – Puluhan armada angkutan sampah yang tergabung dalam organisasi Asosiasi Tekad Bengkulu Bersih (ATB2) Kota Bengkulu menyerbu kantor Walikota Bengkulu untuk bertemu langsung dengan Walikota Helmi Hasan, Senin siang (9/1).
Rombongan ATB2 yang dikomandoi Syahbandar langsung disambut Asisten II Syaiful Afandi dan Asisten I Eko Agusrianto untuk meminta kepastian dapat membuang sampah yang sudah sejak tiga minggu ini tidak dapat melakukan pembongkaran sampah warga.
“Jadi kedatangan kami hari ini minta solusinya. Kalau tidak mohon maaf sampah akan kami letakkan ke kantor Walikota atau kami buang ke tanah yang kosong. Sebab kami sudah dimarah warga dan mata pencarian kami terganggu,” ancamnya.
Ditambahkan oleh Ketua LPM Pasar Baru yang baru saja menjadi juara dalam penilaian daerah terbersih dan mendapatkan reward, Dian Marfani menambahkan. Saat ini kondisi Kota Bengkulu sangat gawat sampah menumpuk dimana-mana, “Kota Bengkulu darurat sampah. Saya mewakili kawan-kawan LPM menyampaikan permintaan agar Pemkot bisa segera mencarikan solusi terkait sampah ini. Kami sudah maksimal bahkan dengan melibatkan pihak ketiga untuk melaksanakan program merdeka sampah di Kota Bengkulu, tapi ternyata TPA kita bermasalah,” tambah Damar panggilan akrabnya.
Sementara itu, Syaiful Affandi mengkui bahwa alat berat di TPA sudah rusak dan kini sudah diperbaiki dan minta bersabar karena saat ini Pemkot juga telah mengalokasikan dana untuk pembelian alat berat.
“Alat berat dari Dinas PUPR juga sudah dikerahkan namun belum juga maksimal. Tapi kita tunggu dulu dari tim teknis dari DLH Kota yang saat ini lagi di jalan,” jelasnya.
Sebagai informasi hingga berita ini diturunkan Walikota Bengkulu sedang ada kegiatan di Masjid At Taqwa namun pihak petugas sampah tetap ngotot ingin bertemu dengan Walikota.
Selang beberapa menit, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Riduan, menjelaskan bahwa sore ini mobil angkutan sudah bisa aktifitas bongkar di lokasi TPA.(Hasnul)















