Kota Bengkulu, – Sejumlah wilayah di Kota Bengkulu kembali dilanda banjir, memicu perhatian serius dari DPRD yang mendorong langkah cepat dan solusi teknis dari instansi terkait.
Hal ini disampaikan oleh Wakil Ketua DPRD Kota Bengkulu, Rahmad Widodo, S.Hut, usai melakukan peninjauan langsung ke sejumlah titik terdampak.
Berdasarkan hasil peninjauan lapangan yang dilakukan pada pagi hari, banjir masih terjadi di beberapa titik meskipun infrastruktur baru telah dibangun.
Di kawasan Tebeng dan Tanah Patah, tepatnya di belakang Jalan Thamrin, genangan air masih terlihat pasca pembangunan jembatan baru. Dari hasil pengecekan, persoalan utama diduga berasal dari pendangkalan alur sungai di bagian hulu. Kondisi ini menyebabkan aliran air menjadi terhambat sehingga tidak mampu mengalir secara optimal saat debit air meningkat.
Rahmad Widodo menegaskan bahwa persoalan tersebut membutuhkan penanganan segera dari dinas terkait, khususnya Pekerjaan Umum (PU), melalui kegiatan normalisasi sungai.
Pendalaman alur dinilai menjadi langkah mendesak agar kapasitas tampung dan aliran air dapat kembali maksimal.
Sementara itu, di wilayah Tanjung Agung dan sekitarnya, permasalahan banjir dipicu oleh tidak optimalnya fungsi pompa air. Dari lima unit pompa yang tersedia, hanya tiga yang beroperasi.
Selain itu, pompa di pintu air arah Sukamerindu dilaporkan tidak berfungsi, sehingga kapasitas penyedotan air tidak mampu mengimbangi tingginya debit air yang masuk ke kawasan tersebut.
Hasil diskusi dengan pihak Balai Wilayah Sungai (BWS) mengindikasikan perlunya perbaikan dan optimalisasi seluruh infrastruktur pengendali banjir, khususnya pompa air dan pintu air. DPRD menegaskan bahwa perbaikan alat yang tidak berfungsi harus segera dilakukan untuk menghindari dampak yang lebih luas bagi masyarakat.
“Permasalahan ini bukan hanya soal curah hujan tinggi, tetapi juga kesiapan infrastruktur kita. Jika pompa tidak maksimal dan alur sungai dangkal, maka banjir akan terus berulang,” ujar Rahmad Widodo.
DPRD Kota Bengkulu juga mendorong adanya koordinasi lintas instansi antara pemerintah daerah, BWS, dan pihak terkait lainnya guna memastikan penanganan dilakukan secara terpadu dan berkelanjutan.
Selain penanganan jangka pendek, diperlukan pula perencanaan jangka panjang untuk mengantisipasi potensi banjir di masa mendatang.
Dengan kondisi ini, masyarakat diimbau tetap waspada, terutama di wilayah rawan genangan, sembari menunggu langkah konkret dari pemerintah dalam mengatasi persoalan banjir yang terus berulang di Kota Bengkulu.(Raffa/Red)















