Alaku
Alaku

Kurikulum Muatan Lokal Siap Diterapkan, Sekolah di Ulu Talo Seluma Fokus Penguatan Pendidikan Berbasis Kearifan Daerah

Cloud Hosting Indonesia

Seluma, — Upaya Pemerintah Kabupaten Seluma dalam memperkuat pendidikan berbasis kearifan lokal kembali dimatangkan melalui Rapat Pembahasan Lanjutan Rancangan Peraturan Bupati (Perbup) tentang Kurikulum Muatan Lokal, Selasa (28/10/2025), di Ruang Rapat Bupati Seluma. Rapat dipimpin langsung Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Seluma, H. Hendarsyah, S.IP., M.T., dan dihadiri pejabat terkait serta perwakilan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Seluma.

Salah satu fokus pembahasan adalah penerapan kurikulum muatan lokal di sekolah-sekolah yang berada di Kecamatan Ulu Talo—wilayah yang dikenal memiliki kekayaan budaya, bahasa daerah, serta potensi alam yang masih sangat kuat. Hendarsyah menegaskan bahwa penyusunan Perbup ini bukan sekadar memenuhi regulasi pendidikan, melainkan memastikan agar generasi muda Seluma, khususnya di Ulu Talo, tumbuh dengan pemahaman yang kuat terhadap identitas daerahnya.

“Kurikulum muatan lokal harus merefleksikan karakter Seluma. Di Kecamatan Ulu Talo, banyak nilai budaya, tradisi, dan potensi alam yang perlu dikenalkan kepada siswa sejak dini. Inilah yang ingin kita masukkan dalam kurikulum sekolah,” ujarnya.

Dalam rancangan tersebut, materi muatan lokal akan meliputi pengenalan budaya Ulu Talo, keterampilan tradisional masyarakat, sejarah lokal, serta penguatan karakter melalui nilai-nilai sosial khas daerah. Selain itu, potensi alam seperti pertanian, hasil hutan, dan lingkungan hidup juga menjadi bagian penting yang akan diajarkan untuk mendukung pendidikan kontekstual bagi siswa.

PGRI Kabupaten Seluma menyambut positif penyusunan kurikulum ini dan berharap guru diberi pelatihan agar siap mengimplementasikannya. Dengan hadirnya kurikulum muatan lokal, sekolah-sekolah di Ulu Talo diharapkan dapat menjadi pusat pembelajaran yang tidak hanya mencetak siswa berprestasi, tetapi juga generasi yang memahami dan melestarikan jati diri daerahnya. (Iwan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *