Jakarta, – Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. Nasaruddin Umar, MA., memberikan apresiasi terhadap beragam produk unggulan Provinsi Bengkulu saat mengunjungi stan Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Bengkulu dalam ajang Indonesia Ekonomi Syariah (IES) 2026 di Masjid Istiqlal, Jakarta, Jumat (30/10/2026).
Kunjungan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkenalkan kekayaan produk lokal Bengkulu sekaligus membuka peluang pemasaran yang lebih luas bagi pelaku usaha kecil dan menengah (UKM).
Beragam produk khas daerah dipamerkan di stan Kanwil Kemenag Bengkulu, mulai dari kopi, keripik tugiri, batik besurek, kalamansi, kue tat, rendang lokan khas Kabupaten Mukomuko, gula merah, madu, hingga perut punai.
Produk-produk tersebut mencerminkan kekayaan sumber daya alam, kreativitas masyarakat, serta warisan budaya Bengkulu yang memiliki potensi ekonomi untuk terus dikembangkan.
Kedatangan Menag disambut langsung Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Bengkulu, Dr. H. Saefudin, S.Ag., M.Si., bersama Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Dr. H. Hamdani, M.Pd., Ketua Tim Kurikulum Bidang Madrasah Dr. Syafruni, Ketua Tim Kesiswaan Emil Yadi, M.Pd., serta sejumlah kepala madrasah di lingkungan Kanwil Kemenag Bengkulu.
Dalam kunjungan tersebut, Menag mengapresiasi keikutsertaan Kanwil Kemenag Bengkulu dalam menyemarakkan IES 2026. Partisipasi ini dinilai menjadi langkah positif untuk memperkuat promosi produk daerah sekaligus mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Menurut Menag, peran Kementerian Agama tidak hanya berkaitan dengan pelayanan keagamaan dan pendidikan, tetapi juga dapat berkontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penguatan potensi ekonomi umat.
Sementara itu, Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Bengkulu, Dr. H. Saefudin, S.Ag., M.Si., mengatakan keikutsertaan dalam IES 2026 merupakan kesempatan strategis untuk memperkenalkan produk unggulan Bengkulu kepada masyarakat yang lebih luas.
Ia menilai, produk lokal Bengkulu memiliki nilai ekonomi sekaligus merepresentasikan identitas budaya dan kreativitas masyarakat yang perlu terus dikembangkan.
Saefudin berharap kehadiran stan Kanwil Kemenag Bengkulu mampu memperkuat sinergi antara Kementerian Agama, pelaku usaha, lembaga pendidikan madrasah, dan masyarakat dalam mengembangkan ekonomi umat berbasis potensi daerah.
Ajang Indonesia Ekonomi Syariah 2026 diselenggarakan Direktorat Zakat dan Wakaf Badan Pengelola Masjid Istiqlal bersama sejumlah mitra. Kegiatan yang berlangsung pada 30 Oktober hingga 1 November 2026 ini menjadi wadah promosi produk unggulan, pengembangan ekonomi syariah, serta penguatan berbagai inisiatif pemberdayaan ekonomi umat dari seluruh Indonesia. (ttg)














