Bengkulu, – Kebijakan Efisiensi Pemerintah Pusat berdampak kepada Pembangunan ruas Tol Bengkulu–Lubuklinggau yang dipastikan mati suri sepanjang tahun anggaran 2026.
Pemerintah pusat resmi mencoret kelanjutan fisik proyek strategis ini dari daftar belanja prioritas tahun 2026.
Namun, sejak kabar kelanjutan tol Bengkulu – Lubuk Linggau batal lanjut. Mencuat isu bahwa tol Bengkulu – Lubuk Linggau akan dialihkan menjadi Tol Pelabuhan Pulau Baai – Muara Enim.
Secara nilai “ekonomi daerah” provinsi Bengkulu memang sudah sewajarnya mempunyai tol. Hal ini bertujuan agar ekonomi daerah dapat meningkat melalui kedatangan investor.
Tak hanya investor, pesona laut Bengkulu juga dapat mengundang akses wisatawan Sumatera Selatan (Lubuk Linggau) ke Bengkulu lebih mudah jika pada awalnya Tol Bengkulu – Lubuk Linggau benar benar diselesaikan pemerintah pusat secara serius.
Jarak Tempuh Bengkulu – Lubuk Linggau yang biasanya 3 Jam lebih melewati jalur pegunungan Rejang Lebong dan Kepahiang dapat menjadi 1 Jam jika tol Bengkulu – Lubuk Linggau nantinya terhubung secara penuh.
Sehingga sangat menguntungkan wisatawan yang akan ke Bengkulu terutama wisatawan dari Lubuk Linggau Sumatera Selatan.
Kehadiran tol begitu dibutuhkan oleh Provinsi Bengkulu sebagai upaya membuka akses dan menarik investor untuk menanamkan modal mereka di Bumi Merah Putih.
Akan tetapi, jika jalur tol Bengkulu – Lubuk Linggau nantinya benar benar dialihkan pemerintah pusat menjadi jalur Tol Pelabuhan Pulau Baai – Muara Enim tetap sama sama menguntungkan Bengkulu.
Dengan terkoneksinya Pelabuhan Pulau Baai maka akan memberikan dampak terhadap kemajuan pelabuhan dan sektor lainnya.
Apa lagi, Muara Enim juga dapat mengirimkan langsung batu bara hasil bumi mereka ke Pelabuhan Pulau Baai Bengkulu secara cepat.
Kendati demikian, Pemerintah Pusat juga harus melakukan kajian mendalam jika tol Pelabuhan Pulau Baai – Muara Enim benar benar dibangun.
Saat ini, pembangunan tol Bengkulu – Lubuk Linggau tahap pertama sejauh 17.6 Km (Bengkulu – Taba Penanjung) juga sudah dibangun dan diresmikan oleh mantan Presiden RI ke 7 Joko Widodo pada pertengahan 2023 lalu.
Selain itu, rest area tol Bengkulu – Taba Penanjung juga sudah dibangun sebagai tempat istirahat para pengendara yang datang ke Bengkulu dalam perjalanan menggunakan tol Bengkulu.(Yadi)















