Bengkulu – Aksi demo mahasiswa menolak Perppu Cipta Karya yang menamakan diri Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Provinsi Bengkulu semakin memanas saat adzan Ashar berkumandang dari Masjid Raya Baitul Izzah (MRBI) dimana para mahasiswa yang berada di jalan Pembangunan, di depan Balai Wartawan meminta untuk diberikan jalan agar dapat menunaikan Sholat Ashar di MRBI.
Perdebatan antara pihak keamanan dan kordinator lapangan (korlap) aksi demo tidak dapat dihindari namun akhirnya pihak keamanan memberikan jalan untuk para pendemo menunaikan sholat Ashar dengan pengawalan ketat dari pihak keamanan.
Setelah menunaikan sholat Ashar, para pendemo kembali melakukan aksi dengan melakukan orasi. Disampaikan oleh korlap aksi bahwa aksi hari ini akan ada kelanjutannya.
“Hari ini kami nyatakan mosi tidak percaya kepada DPRD Provinsi Bengkulu dan dipastikan kami akan menggelar aksi yang lebih besar lagi,” teriak korlap aksi demo dibawah penjagaan pihak keamanan, Kamis sore (30/3).

Sementara itu Kapolresta Bengkulu Kombes Pol. Aris Sulistyono mengatakan aksi demo mahasiswa dari BEM se-Provinsi Bengkulu ini berlangsung damai.
“Kegiatan ini murni dilakukan oleh mahasiswa dan tidak terprovokasi oleh pihak manapun,” ujar Kapolresta.
Ketika ditanya adanya para mahasiswa yang diamankan, Kapolresta mengungkapkan bahwa itu hanya untuk dimintai keterangan terkait aksi hari ini.
“Sementara akan kita mintai keterangan, belum kita ketahui berapa jumlah mahasiswa yang dimintai keterangan dan sebab-sebabnya, apabila ada yang terduga diamankan, nanti akan kita cek,” demikian Kapolresta.(HKS)















