https://radarinformasinews.com/wp-content/uploads/2022/08/42538733-0798-4390-a043-98635d197dee.jpg

Panen Labu Madu Ditengah Sawah, Potensi Jadi Destinasi Wisata Agro

  • Bagikan

Bersama HKTI, Odang Sefty Dan
Petani Dusun Besar Panen Labu Madu

Bengkulu – Bersama Pengurus DPC Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kota Bengkulu mendampingi Anggota Komisi I DPRD Provinsi Bengkulu Sefty Yuslinah, S.Sos, M.AP, dan sejumlah komunitas petani agro wisata Dusun Besar melakukan panen bersama buah labu madu berkualitas tinggi, Sabtu siang (26/3/2022).

Menuju kebun labu madu ditengah sawah

Dalam kesempatan itu, wanita yang akrab disapa odang Sefty terlihat senang dan bahagia bisa melakukan panen bersama buah labu madu milik petani Dusun Besar. Apalagi dia tak menyangka ada tanaman lain selain padi di ratusan hektar sawah.

Sefty Yuslinah bersama rombongan HKTI dan petani Dusun Besar

“Tentu saya ucapkan terima kasih kepada bapak petani yang bisa ikut hadir bersama melakukan panen labu madu didampingi pengurus HKTI. Ini membuat saya kaget ternyata ditengah Kota masih ada sawah dan tanaman lain yang sangat bagus buahnya,” puji Sefty.

Ia menambahkan dengan adanya tanaman lain yang tumbuh subur tentu bisa menjadi potensi luar biasa dalam pengembangan produksi petani selain padi berbasis wisata. Maka konsep Agro Wisata yang dibudidayakan petani Dusun Besar secara mandiri ini patut diapresiasi.

“Maka saya akan mendorong Pemerintah Provinsi melalui OPD terkait untuk membantu upaya petani Dusun Besar dalam memaksimal hasil tanaman selain padi sebagai sarana menarik minat masyarakat berwisata dilokasi persawahan. Konsep Agro Wisata ini sangat potensial untuk menjadi ikon Bengkulu yang mampu menarik minat masyarakat lokal dan luar daerah berkunjung ke Bengkulu,” jelasnya.

Dari pemilik kebun Labu Madu yang juga petani Sawah Dusun Besat Hendri Yulkan atau Heri panggilannya membeberkan, dia sudah coba memulai membuat kebun Labu Madu ditengah kawasan persawahan tersebut, “Sebenarnya itu mimpi kami. Menjadikan kawasan persawahan Danau Dendam ini menjadi destinasi wisata agro. Saya bersama beberapa anak muda sudah memulainya, selain Labu Madu, kita juga menanam Semangka yang Insya Allah saat ramadan nanti sudah mulai panen semangkanya. Memang untuk mewujudkan mimpi agro wisata itu tidak mudah. Tapi setidaknya, kami akan mencoba mewujudkan mimpi itu, karena memang potensinya ada. Letak Danau Dendam yang berada ditengah kota sebagai sumber pengairan persawahan, kemudian hamparan sawah yang luas, tentu ini akan jadi daya tarik sendiri bagi masyarakat luas,” kata Heri.

Sementara itu, Ketua DPC HKTI Kota, Supratman, M.Si, didampingi Sekretaris Dian Marfani, siap mengawal upaya pengembangan program Agro Wisata Petani Dusun Besar khususnya anak muda petani yang ternyata selama ini secara mandiri bisa mengembangkan hasil tanaman lain yang bisa memberikan nilai tambah mereka.

“Untuk itu dengan hadirnya anggota DPRD Provinsi ini menjadi momentum anak muda petani bersama HKTI untuk bersama-sama berkolaborasi dengan semua pihak mengembangkan program Agro Wisata Bengkulu. Kawasan persawahan Danau Dendam ini bisa seperti Kawasan persawahan wisata Labura di Sumatera Utara,” ujarnya.(09)

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.