Alaku
Alaku
Alaku

Pemira Dehasen Bengkulu Memanas, Kampus Tegaskan Jaga Demokrasi Mahasiswa

Cloud Hosting Indonesia

Bengkulu, – Universitas Dehasen Bengkulu memberikan penjelasan terkait dinamika yang terjadi dalam pelaksanaan Pemilihan Raya Mahasiswa (PEMIRA) Presiden dan Wakil Presiden Mahasiswa Tahun 2026 yang belakangan menjadi perhatian publik. Pihak kampus menegaskan seluruh langkah yang diambil bertujuan menjaga stabilitas dan kondusivitas proses demokrasi mahasiswa.

PEMIRA merupakan agenda internal organisasi kemahasiswaan yang diselenggarakan mahasiswa melalui Komisi Pemilihan Umum Mahasiswa (KPUM) dan diawasi Panitia Pengawas PEMIRA (Panwas). Berdasarkan data panitia, jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) tercatat sekitar 7.082 mahasiswa, sementara mahasiswa yang hadir menggunakan hak pilih mencapai sekitar 1.430 orang.

Namun, saat proses penghitungan suara berlangsung, jumlah surat suara yang ditemukan di dalam kotak suara hanya sekitar 1.072 lembar. Perbedaan data tersebut memicu pertanyaan dan perdebatan di antara para pendukung pasangan calon yang berada di lokasi penghitungan.

Situasi sempat memanas ketika proses klarifikasi berlangsung. Berdasarkan hasil penelaahan internal universitas, kondisi tersebut dipengaruhi kehadiran pihak luar kampus yang tidak memiliki kepentingan langsung dalam pelaksanaan PEMIRA. Kehadiran simpatisan pasangan calon nomor urut 1 disebut memperkeruh suasana dan meningkatkan ketegangan di area kegiatan.

Salah satu panitia PEMIRA berinisial GY menjelaskan pihak luar tersebut telah berada di lokasi sejak pagi hingga malam hari. Panitia bersama keamanan kampus mengaku telah beberapa kali memberikan imbauan agar mereka meninggalkan lokasi, namun tidak diindahkan. Karena situasi dinilai semakin mengganggu jalannya penghitungan suara, persoalan itu kemudian dilaporkan kepada bidang kemahasiswaan untuk dilakukan penertiban.

Pihak universitas juga menyampaikan seluruh pasangan calon sebelumnya telah menandatangani Pakta Integritas yang memuat komitmen menjaga ketertiban dan tidak melibatkan pihak luar dalam proses demokrasi mahasiswa. Karena itu, keterlibatan simpatisan dari luar kampus dinilai tidak sejalan dengan kesepakatan bersama.

Hingga kini, belum ada keputusan resmi terkait pasangan calon pemenang PEMIRA. Universitas bersama panitia masih melakukan evaluasi dan penelaahan terhadap seluruh rangkaian kejadian selama proses penghitungan suara berlangsung.

Melalui Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, pihak kampus menegaskan langkah penertiban dilakukan semata-mata untuk menjaga keamanan, ketertiban, serta memastikan proses demokrasi mahasiswa tetap berjalan aman, sehat, dan bermartabat.(Raffa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *