Alaku
Alaku
Alaku

Pendidikan Inklusi Dalam Perspektif Islam

Cloud Hosting Indonesia

Oleh : Nurvika Safitri

PENDAHULUAN

Pendidikan inklusi dalam perspektif Islam adalah sebuah konsep pendidikan yang mengatur agar siswa dapat dilayani di sekolah terdekat, di kelas reguler bersama-sama teman sebayanya, termasuk siswa yang memiliki kelainan dan memiliki potensi kecerdasan atau bakat istimewa.

Pendidikan inklusi dalam Islam didasarkan pada prinsip-prinsip toleransi, penghargaan terhadap keragaman, dan keadilan. Pendidikan inklusi dalam Islam juga menekankan pentingnya pemerataan dan akses pendidikan bagi ABK. Pendidikan inklusi dalam Islam dapat diimplementasikan dengan menyediakan lingkungan belajar yang mendukung, memodifikasi kurikulum dan metode pengajaran, serta memberikan pelatihan dan dukungan bagi guru dan pendidik.

Pendidikan inklusi dalam perspektif Islam sangat penting karena dapat memberikan kontribusi dalam hal pemerataan dan akses pendidikan bagi ABK. Pendidikan inklusi juga dapat memfasilitasi lingkungan yang kondusif bagi “pendidikan untuk semua” melalui pembentukan tradisi melek huruf. Selain itu, pendidikan inklusi dalam Islam juga dapat mempromosikan nilai-nilai toleransi, penghargaan terhadap keragaman, dan keadilan.
Dalam rangka menerapkan pendidikan inklusi dalam perspektif Islam, diperlukan dukungan dari semua pihak, termasuk pemerintah, lembaga pendidikan, guru, dan masyarakat. Dengan menerapkan pendidikan inklusi, diharapkan semua siswa, termasuk ABK, dapat memperoleh hak yang sama dalam mendapatkan pendidikan dan berkembang secara optimal.

PEMBAHASAN

Pandangan al-Quran tentang difabel (kebutuhan khusus), Pandangan tentang konsep realitas keberagaman (pluralitas) Pluralitas merupakan konsep yang sangat mendasar dari eksistensi manusia (Al-Hujurat, 13). Kesamaan dan keragaman manusia yang menyatukan seluruh inidividu, fakta dari eksistensi manusia, agar saling mengerti dan menghargai, berdasarkan kecerdasan spiritualnya, bukan fisik atau mentalnya.
Manusia mempunyai kesempatan yang sama untuk mengaktualkan potensi yang ada pada dirinya. Pendidikan inklusif menanamkan nilai pendidikan sosial terhadap peserta didik baik anak berkebutuhan khusus maupun anak non berkebutuhan khusus sejak dini, sehingga dalam pendidikan inklusif antara anak satu dengan yang lain saling menghargai perbedaan dan menghilangkan sikap diskriminatif.
Selain itu dalam hadist lain dikatakan: Bercerita kepada kami Umar al-Naqid bercerita kepada kami Katsir bin Hisyam bercerita kepada kami Ja’far bin Barqan dari Yazid bin al-Asham hadits diriwayatkan dari Abu Hurairah ra, Rasulullah saw. bersabda: “Sesungguhnya Allah tidak melihat kepada bentuk dan harta kalian, akan tetapi Allah melihat kepada hati dan perbuatan kalian”. (HR. Muslim).
Semua manusia memiliki martabat yang sama yang membedakan hanyalah bentuk ketaqwaan dan keimanan, Allah melarang manusia mengolok-ngolok sesamanya sebagaimana dalam al-Qur’an surat al-Hujarat ayat 11 dan Hadist Nabi di riwayatkan oleh Abu Hurairoh Kualitas seseorang diukur sesuai dengan kemampuannya.
Dan Allah tidak melihat bentuk (fisik) seorang muslim, namun Allah melihat hati dan perbuatannya. Hal ini dinyatakan dalam salah satu hadis yang diriwayatkan oleh Iman Muslim, yaitu: Artinya: “Dari Abu Hurairah RA: Rasulullah SAW bersabda: Sesungguhnya Allah tidak melihat kepada bentuk dan harta kalian, akan tetapi Allah melihat kepada hati dan perbuatan kalian”. (HR. Muslim)
Dalam pendidikan tidak boleh membeda-bedakan peserta didik yang umum dengan yang berkebutuhan khusus, karena pendidikan yang layak merupakan hak untuk semua anak. Tidak membedakan peserta didik yang umum dengan yang memiliki kebutuhan khusus (surat ‘abasa ayat 1-4 merupakan teguran secara halus kepada Rasulullah karena mengabaikan seseorang yang buta). Manusia memiliki potensi dalam dirinya untuk dapat dikembangkan dengan maksimal. Pendidikan dapat mengembangkan potensi diri manusia, tanpa melihat fisik, baik umum dan berkebutuhan khusus sama-sama berhak memberi dan menerima pendidikan.
PENUTUP
Pendidikan inklusi dalam perspektif Islam didasarkan pada prinsip-prinsip toleransi, penghargaan terhadap keragaman, dan keadilan. Pendidikan inklusi dalam Islam juga menekankan pentingnya pemerataan dan akses pendidikan bagi ABK. Dalam rangka menerapkan pendidikan inklusi dalam perspektif Islam, diperlukan dukungan dari semua pihak, termasuk pemerintah, lembaga pendidikan, guru, dan masyarakat. Dengan menerapkan pendidikan inklusi, diharapkan semua siswa, termasuk ABK, dapat memperoleh hak yang sama dalam mendapatkan pendidikan dan berkembang secara optimal.
Islam juga mengajarkan bahwa semua orang berhak untuk mendapatkan pendidikan dan pengajaran tanpa memandang pangkat, golongan, kecacatan seserotang maupun hal-hal yang lain. Islam melarang keras melakukan diskriminasi dalam hal pendidikan. Semua manusia memiliki martabat yang sama yang membedakan hanyalah bentuk ketaqwaan dan keimanan.(**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *