Bengkulu – Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel menyalurkan bantuan kepada masyarakat terdampak Banjir di beberapa wilayah di Provinsi Bengkulu. Bantuan Bright Gas dan logistik berupa sembako disalurkan Pertamina melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bengkulu.
Musibah banjir serta longsor terjadi setelah hujan deras disertai angin kencang mengguyur sejumlah wilayah Kabupaten Kota di Provinsi Bengkulu dalam beberapa hari terakhir sejak Minggu 22 Januari 2023 dengan intensitas hujan sedang hingga deras. Kerugian yang ditimbulkan pun terhitung tidak sedikit, baik kerugian yang memakan korban jiwa maupun secara materil.
Sekretaris BPBD Bengkulu, Khristian Hermansyah, menyatakan bahwa hingga saat ini ada lima wilayah yang dilanda banjir dan tanah longsor. Wilayah tersebut adalah Kabupaten Bengkulu Tengah, Bengkulu Selatan, Kabupaten Bengkulu Utara, Kabupaten Kaur, dan Kota Bengkulu.
Melansir data dari Pusdalops BPBD Bengkulu, terhitung hingga 24 Januari 2023, sedikitnya 3170 KK terdampak dan 956 KK diantaranya mengungsikan diri. 3 (tiga) rumah rusak berat, dan fasilitas seperti 2 (dua) sekolah, 3 (tiga) masjid, 2 (dua) kantor lurah, 1 (satu) Polindes,hingga 50 (lima puluh) Ha sawah terendam banjir, serta 1 jembatan dikabarkan rusak. Ketinggian air pun diperkirakan mencapai kedalaman dua meter.
Area Manager Communication, Relation & CSR Pertamina Regional Sumbagsel, Tjahyo Nikho Indrawan mengungkapkan bantuan yang diberikan merupakan wujud dari kepedulian Pertamina bagi masyarakat terdampak banjir.
“Kami berharap bantuan ini dapat diterima dengan baik dan dapat bermanfaat bagi masyarakat yang terdampak banjir,” ujar Nikho.
Selain itu, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel memastikan pasokan energi baik Bahan Bakar Minyak (BBM) maupun elpiji di wilayah yang terdampak banjir dalam kondisi aman.
“Kami pastikan bahwa stok bahan bakar dalam kondisi yang aman, sangat mencukupi, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir,” lanjut Nikho.
Pertamina mencatat, untuk rata-rata konsumsi harian BBM jenis Gasoline untuk wilayah Bengkulu sekitar 751 KL per hari. Sedangkan untuk produk Gasoil mencapai 270 KL per hari. (Novi)















