Alaku
Alaku
Alaku

PKPS Mahasiswa Baru STIA Bengkulu, Dewi Coryati Kenalkan SPM

Cloud Hosting Indonesia

Bengkulu – Masih dalam lanjutan rangkaian kegiatan Pengenalan Kampus dan Program Studi (PKPS), Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) Bengkulu mengadakan Sekolah Pasar Modal (SPM) bagi mahasiswa baru tahun akademik 2022/2023 yang bekerjasama dengan Bursa Efek Indonesia (BEI) Cabang Bengkulu.

Kegiatan Sekolah Pasar Modal ini dibuka secara resmi oleh Anggota Komisi X DPR RI Hj. Dewi Coryati, M.Si., dan dihadiri oleh Ketua STIA Bengkulu Gustini, S.E., M.M., Kepala Kantor Perwakilan BEI Bengkulu Bayu Saputra, Direktur Galeri Investasi Bursa Efek Indonesia (GIBEI) STIA Bengkulu Ovita Charolina, S.E., M.Ak., Wakil Ketua I, II, III STIA Bengkulu, dosen pengajar dan staf serta para mahasiswa baru STIA Bengkulu.

Hj. Dewi Coryati didampingi Ketua STIA Bengkulu Gustini, Rabu (12/10)

Dalam sambutannya Dewi Coryati mengatakan dengan Sekolah Pasar Modal dapat menambah ilmu dan informasi yang valid tentang pasar modal. “Dengan adanya kegiatan ini para mahasiswa diharapkan dapat mengerti dan paham tentang pasar modal dimana melalu pasar modal dapat berinvestasi dengan mudah dan terjangkau.” ujar Dewi Coryati dihadapan para mahasiswa baru STIA Bengkulu dalam kegiatan Sekolah Pasar Modal, Rabu (12/10).

“SPM ini merupakan suatu pengetahuan baru yang bagus dan luar biasa karena ini menjadi alternatif untuk dapat berinvestasi. Kalau tidak mendapatkan informasi yang tepat nantinya akan terjebak dengan investasi-investasi bodong.” lanjut Dewi Coryati yang merupakan anggota DPR RI dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Daerah Pemilihan Bengkulu.

Sementara itu Ketua STIA Bengkulu mengucapkan terima kasih atas telah berkenannya Hj. Dewi Coryati, M.Si., untuk membuka kegiatan Sekolah Pasar Modal di STIA. “Alhamdulillah kita hari ini dikunjungi oleh anggota Komisi X DPR RI, Ibu Dewi Coryati yang telah memperjuangkan KIP Kuliah di Provinsi Bengkulu termasuk di STIA ini dan pada hari ini juga masih dalam rangkaian PKPS, Ibu Dewi berkesempatan untuk mendonorkan darahnya bagi warga Provinsi Bengkulu yang membutuhkan.” ungkap Gustini dengan ramah.

“Dengan kegiatan SPM ini diharapkan mahasiswa baru STIA dapat mengerti dan memahami investasi dan dapat menginformasikan ke masyarakat di lingkungan sekitarnya sehingga dapat cepat mengetahui investasi ilegal atau investasi bodong.” Gustini menambahkan.

“Ada dua orang mahasiswa kita yakni Mahmud dan Aldi Prayoga yang telah mengikuti seleksi dan lolos bersaing dari mahasiswa perguruan tinggi lainnya menjadi pelatih/pendidik di SPM.” tutup Gustini.(08)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *