Alaku
Alaku
Alaku

RBD KBP Bengkulu Selamatkan Bahasa Enggano Yang Terancam Punah

Rombongan KBP Bersama Kadis Dikbud Provinsi Bengkulu saat RBD ke Pulau Enggano. Foto - Hasnul Kasdi Radar Informasi News.Com
Cloud Hosting Indonesia

Bengkulu – Kantor Bahasa Provinsi (KBP) Bengkulu yang langsung di bawah pimpinan Kepala KBP Bengkulu Dwi Laily Sukmawati, S.Pd., M.Hum., bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Bengkulu yang juga langsung dikomandoi Kepala Dinas Eri Yulian Hidayat, M.Pd., melaksanakan kunjungan untuk koordinasi ke Pulau Enggano terkait agenda Revitalisasi Bahasa Daerah (RBD) Engano tahun 2023 pada Rabu, 15 Februari 2023.

Ini merupakan kegiatan tahap awal dari semua rangkaian proses kegiatan RBD
Enggano yang menggunakan regulasi tipe C karena bahasa Enggano terindikasi
terancam punah. Langkah koordinasi ini dilakukan sebagai keseriusan kedua lembaga ini merevitalisasi bahasa Enggano.

Perjalanan ke Enggano ditempuh dengan transportasi udara selama 40 menit dari Bandar Udara Fatmawati Soekarno Bengkulu. Meskipun ada transpotasi laut melalui pelabuhan Pulau Baai, tetapi kondisi cuaca di lautan adalah faktor
penentu utama berlayar atau tidaknya sebuah kapal. Namun, dengan perjuangan dan niat yang sungguh-sungguh dari kedua pimpinan ini beserta rombongan, mendaratlah mereka dengan selamat di Bandar Udara Enggano, Desa Banjarsari.

Susanto selaku Camat Enggano mengungkapkan rasa terima kasih yang mendalam atas rencana prgoram revitalisasi ini. “Mulai saat ini kami akan menormalisasikan pengunaan bahasa Enggano dalam komunikasi sehari-hari, bahkan akan membuat edaran tentang satu hari wajib berbahasa Enggano dalam semua urusan di Pulau Engano.” ungkap Susanto, Rabu (15/2).

“Pada ranah pendidikan, kami juga akan berkordinasi dengan semua kepala sekolah dan guru terkait menjadikan bahasa Enggano masuk dalam
perhatian mereka sehingga tidak ada lagi siswa yang malu berbahasa Engano di
sekolah.” lanjut Susanto.

Kepala Dinas Dikbud Provinsi Eri Yulian Hidayat mengatakan bahwa kegiatan RBD ini adalah murni program KBP tetapi pengimbasannya adalah murni tanggung jawab kita sebagai penutur jati. “Satu hal yang mewajibkan kita memberikan dukungan terhadap program ini, bahwa kolaborasi Dinas Dikbud dengan KBP telah terikat dalam bentuk Perjanjian Kerja Sama. Di samping itu, Gubernur pun telah mengetahui program ini sehingga perlu kita bantu bersama terutama bagi saudara kami yang pandai berbahasa Enggano.” kata Eri Yulian.

“Bahasa Enggano telah menjadi perhatian pemerintah pusat melalui Kantor Bahasa, jadi kita semua juga harus memberikan
perhatian yang lebih agar bahasa kita terhindar dari kepunahan.” Eri Yulian menambahkan.

Sementara itu Kepala KBP Bengkulu Dwi Laily Sukmawati menjelaskan bahwa setelah terlaksananya koordinasi ini dengan Camat Enggano, Pabuki, para kepala suku, perwakilan kepala sekolah, dan beberapa masyarakat penutur jati yang di undang dalam koordinasi ini, tahapan selanjutya adalah Rapat Koordinasi dengan semua Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan se-Provinsi Bengkulu serta beberapa komunitas terkait sekaligus penandatangan komitmen bersama bahwa kegiatan RBD
di Provinsi Bengkulu tahun ini harus sukses.

“KBP Bengkulu siap menjadi pelopor pelestarian bahasa daerah, karena ini sudah menjadi tangung jawab kami. Namun, perjuangan ini tidak akan berdampak dan berimbas jika masyarakat penutur tidak mengubah pola pikir bahwa bahasa daerah adalah jati diri dan warisan leluhur yang harus kita pelihara.” demikian Dwi Laily Sukmawati yang belum genap satu tahun menjabat sebagai Kepala KBP Bengkulu.(HKS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *