Bengkulu, — Ribuan warga Bengkulu dari berbagai kalangan tumpah ruah di Bundaran Simpang Lima, Minggu (12/10/2025), dalam Aksi Damai untuk Palestina. Suara takbir, lantunan doa, dan seruan kemanusiaan menggema di pusat kota, menciptakan suasana penuh haru dan solidaritas.
Di bawah terik matahari sore, peserta aksi membawa bendera Merah Putih dan bendera Palestina, mengibarkannya tinggi sebagai simbol dukungan dan doa bagi rakyat Palestina yang terus berjuang di tengah penderitaan akibat agresi militer.
Aksi yang diinisiasi komunitas BADAI AL-AQSHA ini mengusung tema “Badai Ini Bukan Amarah, Tapi Panggilan Nurani.” Kegiatan tersebut diawali dengan tausiah kemanusiaan, dilanjutkan pawai damai, pengibaran bendera Palestina di kawasan Simpang Lima, serta penggalangan dana untuk korban di Gaza.
Momen paling menyentuh terjadi ketika peserta menampilkan simbol jenazah anak kecil sebagai bentuk keprihatinan mendalam atas ribuan korban jiwa yang sebagian besar merupakan perempuan dan anak-anak. Para relawan juga membagikan stiker dan selebaran edukatif bertema kemanusiaan kepada pengguna jalan, mengajak masyarakat untuk peduli terhadap krisis kemanusiaan di Palestina.
> “Ini bukan soal agama, ini soal kemanusiaan. Kami datang bukan untuk marah, tapi untuk menyadarkan dunia bahwa nyawa anak-anak tak seharusnya menjadi angka statistik,” ujar Apra Julianda Putra, Koordinator Aksi, dalam orasinya.
Meski diikuti ribuan orang, aksi berlangsung dengan tertib dan damai. Banyak keluarga membawa anak-anak mereka sambil menggenggam bendera kecil Palestina, menandakan bahwa kepedulian terhadap sesama telah tertanam sejak dini.
Hari itu, Bengkulu menjadi saksi bersatunya ribuan langkah dan doa — menegaskan bahwa jarak bukan alasan untuk berhenti peduli. Dari Bumi Rafflesia, suara kemanusiaan bergema lantang: Palestina tidak sendiri.(Iwan)















