Bengkulu – Bantuan Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) yang disalurkan Kementerian Sosial (Kemensos) Republik Indonesia (RI), merupakan salah satu bukti negara hadir untuk rakyat. Ini disampaikan Anggota Komisi VIII DPR RI, H. Mohammad Saleh, SE usai menyalurkan bantuan ATENSI untuk wilayah Kota Bengkulu di Sentra Dharma Guna Bengkulu, Selasa (4/4).
“Bantuan ATENSI ini hampir sama dengan Bantuan Sosial (Bansos) lainnya. Tetapi penerima hanya untuk empat kelompok yakni disabilitas, lanjut usia (Lansia), kelompok rentan dan anak-anak yang berdasarkan asistensi memang masih membutuhkan perhatian khusus. Kita berharap dengan bantuan ini setidaknya dapat meringankan beban sebagian masyarakat,” ungkap Saleh.
Menurutnya, program bantuan ATENSI ini bersifat nasional, dalam artian seluruh Indonesia dengan pengalokasian anggaran yang cukup besar. “Khusus di Provinsi Bengkulu, penerimanya tersebar di 10 kabupaten/kota. Kita berharap kedepannya penerima bantuan ini tidak bertambah, dalam artian penerima di masa mendatang bisa berkurang,” kata Saleh.
Sementara Kepala Sentra Dharma Guna Bengkulu, Syam Wuryani mengemukakan, hari ini (kemarin, red) penyaluran ATENSI di Kota Bengkulu kepada 100 Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) dengan rincian 50 PPKS disabilitas, 30 Lansia, masing-masing 10 kelompok rentan dan anak-anak. Sebelumnya bantuan ini telah disalurkan di Kabupaten, Bengkulu Selatan dan Seluma, setelah lebaran menyusul untuk Kaur dan Mukomuko.
“Panyaluran bantuan ATENSI ini berdasarkan hasil asessment terintegrasi yang kita laksanakan pada tahun lalu. Kalau di Provinsi Bengkulu ini total penerimanya 1.000 PPKS yang tersebar di 10 kabupaten/kota. Bantuan ATENSI sendiri berupa sembako, nutrisi dan peralatan edukatif untuk anak-anak,” terang Yani.
Selain itu, lanjutnya, juga ada bantuan aksesibilitas seperti kursi roda atau alat bantu penyandang disabilitas, yang penyalurannya sesuai usulan. “Kitapun berharap kedepannya penerima bantuan tidak bertambah lagi. Karena ini menjadi sebuah indikator tingkat kesejahteraan masyarakat di seluruh Indonesia,” harap Yani.
Dibagian lain, salah satu penerima bantuan ATENSI, Sigit N. Widodo mengapresiasi bantuan yang telah disalurkan Kemensos RI melalui Sentra Dharma Guna Bengkulu. “Saat ini perekonomian sangat sulit, sehingga bantuan seperti ini sangat bermanfaat bagi kami,” demikian Sigit yang merupakan penyandang disabilitas dengan profesi sehari-hari sebagai tukang servis peralatan elektronik. (Iwan)















