https://radarinformasinews.com/wp-content/uploads/2022/08/42538733-0798-4390-a043-98635d197dee.jpg

Saat Reses Sujono, Warga Dua Desa Sampaikan Keluhan Menderita Berjemaah

  • Bagikan
penyampaian aspirasi saat reses
H. Sujono menyampaikan kata Sambutan, Rabu (19/7)

Harga TBS Anjlok, BBM Sulit dan Mahal, Listrik Sering Padam

Bengkulu – Bertempat di aula pertemuan Kantor Desa Bukit Berlian Bengkulu Utara, Rabu siang (20/7/22) H. Sujono, S.P,.M.Si Anggota DPRD Provinsi Bengkulu Dapil Bengkulu Utara – Bengkulu Tengah menyerap aspirasi Masyarakat kegiatan reses untuk dibawa pada masa persidangan ke-II tahun 2022.

Hadir dalam kegiatan reses tersebut Camat Ulok Kupai, Abdul Hadi dan Camat Napal Putih M. Abduh Sadad. Dalam sambutannya Camat Napal Putih, mengatakan bahwa infrastruktur di Napal Putih dan Ulok Kupai saat ini sangat memprihatinkan. Dimana jalan provinsi yang ada di dua kecamatan ini sangat parah kondisinya.” Oleh karena itu saya berharap Pak Sujono dapat memperjuangkan aspirasi masyarakat Napal Putih dan Ulok Kupai,” kata Pak Camat tersebut, Rabu (10/7).

Foto bersama konstituen H. Sujono SP, M.si

Dalam sambutannya, H. Sujono, SP, M.Si mengatakan, bahwa saya ini dia disumpah untuk mewakili aspirasi masyarakat yang diwakilinya, “Artinya sekalipun bapak-ibu yang hadir disini pada pemilu kemarin tidak memilih saya, tapi saya tetap wajib memperjuangkan aspirasi bapak-ibu sekalian. Saya mohon maaf mungkin selama saya menjabat, baru kali ini kita bisa bertemu, ” tegas Anggota DPRD Provinsi Bengkulu Komisi II tersebut.

Disela tanya jawab, Elda Susanti menyampaikan kondisi masyarakat yang saat ini menangis merasakan penderitaan berjamaah. Kemudian dengan anjloknya harga TBS ( Tandan Buah Segar ) itu sangat berdampak terhadap perekonomian petani, “Apalagi khususnya di Desa Napal Putih dan ulok kupai yang mayoritas masyarakat disini adalah pemilik kebun sawit dan upahan sebagai petani sawit sangat berimbas secara ekonomi atau pendapatan,” ungkap Ketua BPD napal putih itu.

Disisi lain perwakilan masyarakat, Endang Sumardi berharap agar pemerintah mengingatkan BUMN supaya lebih baik lagi dalam melayani kebutuhan masyarakat, “Antrian BBM dimana-mana, PLN disini seperti seringlah mati. Sedangkan kita telat membayar, kena denda bahkan diputuskan. Tolong pak, sampaikan ini ke pemangku kebijakan” Pungkas mantan kades Muara Santan. (09/Adv)

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.